Waktu-Waktu Sholat

masjid

Sebelum mengupas lebih jauh mengenai waktu – waktu shalat, kita perlu memahami mengenai beberapa istilah penting berikut :

Beberapa Fatwa al-Lajnah ad-Daimah seputar puasa

kaligrafi-bismillahirrahmanirrahim-i3

Beberapa Fatwa al-Lajnah ad-Daimah seputar puasa

Fatwa no. 5468

Soal : Bagaimana waktu berbuka puasa di bulan Ramadhan bagi mereka yang sedang di atas pesawat ?

Jawab : Seorang yang sedang naik pesawat di siang hari bulan Ramadhan dan dia ingin menyempurnakan puasanya sampai malam [Maghrib] maka dia tidak boleh berbuka sampai matahari telah tenggelam sesuai dengan yang dialami oleh para penumpang [pesawat tersebut].

Ditandatangani oleh : Ibnu Baz, al-‘Afifi, al-Ghudayyan, Ibnu Qu’ud rahimahumullah

Fatwa no. 1693 (soal kedua)

Soal : Seorang yang sedang di pesawat dan melalui  jam maupun telepon bisa mengetahui waktu berbuka tempat yang dekat dengan posisi pesawat ; bolehkah baginya untuk berbuka ? Padahal dia masih bisa melihat matahari karena tingginya pesawat?

Soal lain : Jika dia sudah berbuka di darat lalu naik pesawat lalu dia melihat matahari [belum tenggelam] ?

Jawab : Jika seorang berpuasa di pesawat lalu berdasarkan jam dan telepon mengetahui waktu berbuka daerah yang dekat dengan posisi pesawat ketika itu dan pada saat yang bersamaan masih melihat matahari karena tingginya pesawat; maka dia tidak boleh berbuka karena firman Allah ta’ala

ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ

Lalu sempurnakan puasa sampai tiba malam hari  (al-Baqarah 187)

Batas akhir puasa ini [waktu malam] belum terwujud pada dirinya selama masih melihat matahari.

Adapun jika dia sudah berbuka di darat setelah berakhirnya siang hari [matahari sudah tenggelam] lalu pesawat lepas landas dan kemudian melihat matahari maka dia tetap melanjutkan berbuka. Yang demikian karena hukum orang ini mengikuti hukum tempat dimana tadi pesawat lepas landas dan ketika itu sudah berakhir waktu siang hari dalam keadaan orang tadi berada di tempat tersebut.

Ditandatangi oleh : Ibnu Baz, al-‘Afifi, al-Ghudayyan, Ibnu Qu’ud rahimahumullah

 

Al-Lajnah ad-Daimah juga mengeluarkan beberapa fatwa terkait hukum seorang pekerja yang memiliki pekerjaan berat apakah boleh berbuka di siang hari bulan Ramadhan ?

Maka mereka menjawab (Fatwa no. 4157): Tidak boleh bagi seorang mukallaf [muslim, baligh, berakal] untuk berbuka puasa hanya karena keberadaannya sebagai seorang pekerja. Namun, jika dia mengalami kondisi yang sangat memberatkan dan memaksanya untuk berbuka maka dia boleh berbuka sekedar untuk menghilangkan kondisi berat yang dialaminya lalu melanjutkan puasa sampai tenggelam matahari dan berbuka bersama manusia umumnya. Lalu, dia wajib mengganti hari yang dia berbuka padanya [pada kesempatan lainnya].

Silahkan pula dirujuk fatwa serupa pada no. 2153, 2448, 3418, 3924

Fenomena Kejahatan Seksual Terhadap Anak

kaligrafi-bismillahirrahmanirrahim-i3

Oleh : Ust. Abu ‘Abdillah ‘Utsman

Fenomena Kejahatan Seksual Terhadap Anak

Kita miris mendengar berita merebaknya berbagai peristiwa kejahatan seksual pada anak. Korban sangat banyak. Terjadi di berbagai daerah. Pelakunya memiliki profil yang seolah dekat dan sayang kepada anak. Rata – rata pelakunya dulu pernah menjadi korban. Para korban mengalami trauma kejiwaan yang dahsyat.

Kadang terlintas di benak : jangan – jangan ada pelaku di sekitar anak kita ? atau kemungkinan lebih buruk, jangan – jangan anak kita sudah menjadi korban tanpa kita sadari?

Aturan Negara

kaligrafi-bismillahirrahmanirrahim-i3

Soal

Seorang sopir taksi bertanya bahwa di negaranya ada aturan sebuah taksi umum tidak boleh mengangkut 8 penumpang. Padahal, dia kadang – kadang mengangkut lebih dari 8 penumpang.

Jawab

Kami katakan : berpeganglah,wahai saudaraku,dengan aturan negaramu agar kamu tidak menjerumuskan dirimu kepada berbagai pertanyaan. Berpeganglah dan barokah akan datang dari Allah. Dialah Zat Pemberi Rezeki subhanahu wa ta’ala . Aturan/undang – undang ini bisa jadi terkandung berbagai manfaat buat manusia, seperti aturan lalu lintas. Pemerintah lebih tahu tentang berbagai aturan ini yang mungkin terkandung padanya manfaat dan kebaikan bagi manusia. Maka, Kami nasihatkan kamu untuk taat pada berbagai aturan yang tidak bertentangan dengan syariat. Seperti misalnya, aturan lalu lintas yang terkandung padanya berbagai manfaat bagi manusia.