Sikap Seorang Muslim Terhadap Perayaan Natal

kaligrafi-bismillahirrahmanirrahim-i3

Sikap Seorang Muslim Terhadap Perayaan Natal

            Beberapa hari lagi, komunitas Nasrani di seluruh dunia (termasuk di tanah air) akan merayakan Perayaan Natal 2014.Melihat fenomena ini dan semisalnya, seorang muslim dituntut untuk bersikap ilmiah dengan berpegang teguh dengan Al Qur’an dan Sunnah Nabi sesuai bimbingan para ulama yang meniti jalan as-salaf ash-shalih, bukan terbawa perasaan atau hawa nafsu duniawi.Dengan sikap ilmiah ini, maka seseorang akan terhindar dari kesalahan fatal yang dapat menyeret kepada kebinasaan.

Menilai Hujan Dengan Iman

kaligrafi-bismillahirrahmanirrahim-i3

Menilai Hujan Dengan Iman

            Hujan itu pada asalnya merupakan rahmat dari Allah, sebagaimana disebutkan di dalam beberapa ayat Al Qur’an.Allah berfirman (artinya) : “Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka (manusia) berputus asa, dan yang menebarkan rahmat-Nya.Dialah Yang Maha Pelindung dan Maha Terpuji”.(Asy Syuura : 28)

            Dia Ta’ala juga berfirman (artinya) : “Dan Kami (Allah) telah menurunkan dari langit, air yang diberkahi…”(Qaaf : 9)

            Namun kadangkala hujan merupakan azab dari Allah, sebagaimana kebinasaan kaum Nabi Nuh, kaum Nabi Luth (hujan batu beserta dibaliknya bumi mereka) dan kaum Saba’ yang telah diceritakan oleh Al Qur’an.Belum lagi kehancuran yang dialami oleh kaum-kaum yang datang setelah mereka karena hujan, sebagaimana pernah kita dengar atau saksikan.

Menyikapi Harga BBM Naik

kaligrafi-bismillahirrahmanirrahim-i3Ya Allah…. harga BBM naik.

Beri kami taufiq menghadapi situasi ini

Judul di atas memberi kita satu pesan penting : mengembalikan segala urusan kepada Allah rabbul ‘alamin.

Imam Abu Dawud dan at-Tirmidzi pernah meriwayatkan suatu hadits shahih yang mengisahkan bahwa suatu ketika harga kebutuhan membumbung tinggi di zaman Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga sebagian orang mendatangi beliau meminta solusi atas situasi ini. Maka, beliau memberikan beberapa wejangan yang sangat berharga kepada mereka dan tentu juga kepada kita semua sebagai berikut :

Sejenak Merenungi Kalbu Kita

kaligrafi-bismillahirrahmanirrahim-i3

Sejenak Merenungi Kalbu Kita

            Al-‘Allamah Ibnu Abil ‘Izzi al-Hanafi rahimahullah berkata : “Ketahuilah bahwa kalbu (hati) itu memiliki kehidupan dan kematian, penyakit dan obatnya.Ini lebih besar perkaranya dibandingkan perkara yang pada badan kita.Allah Ta’ala berfirman (artinya) : “Apakah orang yang telah mati lalu Kami (Allah) hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang dengan cahaya tersebut dia dapat berjalan di tengah-tengah manusia, itu serupa dengan orang yang berjalan dalam kegelapan dan sekali-kali tidak sanggup keluar dari (kegelapan) tersebut ?!…”(Al An’am : 122)