Mari Menghadiri Majelis Ilmu !

Mari Menghadiri Majelis Ilmu !

Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam, disebutkan petikan (artinya) : “…Tidaklah berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah yang mereka itu membaca Kitab Allah dan saling mempelajarinya melainkan akan turun ketenangan kepada mereka, rahmat Allah akan meliputi mereka, para malaikat akan mengelilingi mereka dan Allah akan menyebut mereka di hadapan malaikat yang ada di sisi-Nya…” (HR. Muslim)

Jadilah Hamba Allah Ta’ala Yang Bertauhid !

Jadilah Hamba Allah Ta’ala Yang Bertauhid !

Para pembaca rahimakumullah, seluruh makhluk termasuk manusia adalah hamba Allah Ta’ala. Orang yang baik maupun yang buruk, yang mukmin maupun yang kafir, penduduk surga maupun penduduk neraka, semuanya adalah hamba Allah Ta’ala karena Dia-lah Rabb (Zat yang mencipta, mengatur, memelihara dan memberikan rizki).

Mencari Pahala Yang Terus Mengalir

MENCARI PAHALA YANG TERUS MENGALIR

Para pembaca rahimakumullah, sudah merupakan ketetapan dan keinginan Allah Subhanahu Wa Ta`ala untuk memberikan berbagai macam perintah dan larangan kepada umat manusia dan jin, perintah yang harus dikerjakan dan larangan yang harus ditinggalkan, sehingga dengan itu akan terlihat hamba-hamba yang jujur demikian pula yang dusta dalam imannya, hamba-hamba yang benar imannya ataukah hanya pengakuan saja. Lalu Allah Ta`ala kelak akan membalas dengan yang berlipat ganda siapa pun yang bisa mengerjakan syariat dengan ikhlas dan sesuai sunnah Rasul-Nya yang dilandasi dengan keimanan. Allah Ta`ala berfirman (artinya) : ”Barangsiapa yang membawa amalan yang baik maka dia mendapatkan sepuluh kali lipat, dan barangsiapa yang membawa amalan yang jelek maka dia tidak akan dibalas kecuali sesuai dengan perbuatannya” [Al-An`am : 160].

Tafsir Surat Al Lail

Tafsir Surat Al Lail

Ayat pertama (artinya) : “Demi malam jika menutupi”.
Al-‘Allamah al-Alusi rahimahullah berkata : “Yaitu : ketika menutupi matahari sebagaimana firman Allah Ta’ala (artinya) : “Dan demi malam yang menutupi matahari” atau (menutupi) siang sebagaimana firman-Nya Ta’ala (artinya) : “…Dia (Allah) menutupkan malam kepada siang…” (Tafsir al-Alusi)