Rohingya Kembali Bergejolak

kaligrafi-bismillahirrahmanirrahim-i3

Rohingya Kembali Bergejolak

            Untuk kesekian kalinya, saudara seiman kita di Myanmar dizalimi oleh orang-orang kafir Budha.Pembantaian, pemerkosaan dan pemusnahan harta dalam rangka pemusnahan etnis minoritas Rohingya menjadi berita yang sangat menyayat kita sebagai manusia, terlebih muslimin.Mesin-mesin perang yang layaknya untuk menghadapi tentara bersenjata ternyata diarahkan kepada kaum lemah, orang tua, wanita dan anak.Isu adanya milisi Rohingya yang menyerang pos polisi dijadikan sebagai dalih melakukan tindakan balasan yang tak lain adalah teror sangat mengerikan.

Tafsir Surat At Tin

kaligrafi-bismillahirrahmanirrahim-i3

Tafsir Surat At Tin

Setelah sekian lama tidak menampilkan tema tafsir, maka pada edisi kali ini kami ketengahkan kembali tema tersebut dengan menerangkan Surat At Tin secara ringkas. Semoga yang sedikit ini dapat memberikan banyak manfaat kepada para pembaca.

Ayat pertama (artinya) : “Demi buah tin dan buah zaitun”.

Mensucikan Jiwa Melalui Ibadah Kurban

kaligrafi-bismillahirrahmanirrahim-i3

Mensucikan Jiwa Melalui Ibadah Kurban

Sejarah ibadah kurban tidaklah lepas dari sosok mulia Nabi Ibrahim ‘alaihi as-Salam. Allah kisahkan sejarah tersebut melalui firman-Nya (artinya) :

“Ya Rabb-ku, anugerahkan kepada diriku (berupa seorang anak) yang ia termasuk orang-orang yang saleh. Maka Kami (Allah) beri dia (Ibrahim) berupa seorang anak yang amat sabar. Tatkala anak itu sampai pada usia yang ia sanggup membantu Ibrahim, Ibrahim berkata : “Wahai anakku, sesungguhnya aku telah melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu ! Ia menjawab : “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepada engkau. Insya Allah, engkau akan dapati aku termasuk orang-orang yang sabar. Ketika keduanya telah menyerahkan diri dan Ibrahim telah membaringkan anaknya di atas pelipisnya, maka Kami (Allah) tebus dengan seekor sesembelihan yang besar.Kami (Allah) panggil dia : “Wahai, Ibrahim, sesungguhnya engkau telah membenarkan mimpi tersebut. Sesungguhnya demikianlah Kami (Allah) memberikan balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Kami (Allah) tebus anak itu dengan seekor sesembelihan yang besar. Kami (Allah) abadikan untuk Ibrahim (berupa pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian.Kesejahteraan dilimpahkan kepada Ibrahim. Demikianlah Kami (Allah) memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman”. (Ash-Shaffat : 100-111)

Cinta Negara Dalam Tinjauan Agama Kita

Cinta Negara Dalam Tinjauan Agama Kita

            Asy-Syaikh Muhammad Ali Farkus hafizhahullah mengatakan : “Yang semestinya diketahui bahwa cinta negara merupakan fitrah dan tabiat pada manusia.Cinta negara keberadaanya seperti cinta kepada diri sendiri, ayah, harta, makanan, kendaraan dan semisalnya.Bukanlah cinta negara (secara zatnya) termasuk dari keimanan, baik dari sisi kandungan maupun konsekuensi iman.Buktinya adalah berkumpulnya manusia di negara tersebut tanpa ada perbedaan antara orang yang bertakwa dan beriman dengan orang kafir, fasik dan bermaksiat.Padahal konsekuensi iman, justru kita membedakan antara orang yang beriman dengan orang kafir, orang yang bertakwa dengan orang jahat.Hal ini sebagaimana ditunjukkan oleh ayat-ayat Al Qur’an, yaitu firman Allah Ta’ala (artinya) : “Apakah orang yang beriman itu sama dengan orang yang fasik ?! Tentu mereka tidaklah sama”.(As Sajdah : 18)