Bulan Rajab Di Mata Kaum Muslimin

kaligrafi-bismillahirrahmanirrahim-i3

Bulan Rajab Di Mata Kaum Muslimin

            Bila kita cermati, maka kaum muslimin terbagi menjadi 3 golongan ketika menyikapi bulan Rajab.Ketiga golongan tersebut adalah :

1)    Golongan yang bersikap wasath (pertengahan).

2)    Golongan yang bersikap tafrith (meremehkan).

3)    Golongan yang bersikap ifrath (berlebih-lebihan).

            Namun sebelum menyebutkan keterangan dari masing-masing golongan di atas, sangat penting untuk kita menyebutkan pandangan Islam terhadap bulan Rajab.Tujuan menyebutkan pandangan Islam ini, agar kita memiliki tolok ukur untuk menilai mana sikap yang wasath, tafrith dan mana pula yang ifrath.

MENGETAHUI KEBAIKAN DAN KEJELEKAN

kaligrafi-bismillahirrahmanirrahim-i3

MENGETAHUI KEBAIKAN DAN KEJELEKAN

            Merupakan suatu keharusan bagi seorang muslim untuk mempelajari dan mengetahui kebaikan  sekaligus kejelekan.Seorang muslim hendaknya mempelajari dan mengetahui kebaikan beserta dalil-dalilnya, serta mempelajari dan mengetahui kejelekan beserta syubhat-syubhat (kerancuan-kerancuannya).

Sungguh Al-Qur’an datang untuk menjelaskan kebaikan dan kejelekan, menjelaskan keimanan dan kekufuran, menjelaskan tauhid dan syirik, halal dan haram.Al Qur’an tidak mencukupkan dengan menjelaskan tauhid, halal atau kebaikan saja, bahkan menjelaskan lawan-lawannya.

Membela Kehormatan Para Sahabat Nabi

kaligrafi-bismillahirrahmanirrahim-i3

Membela Kehormatan Para Sahabat Nabi

            Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, berkata : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda  (artinya) : “Janganlah kalian mencela para sahabatku ! Janganlah kalian mencela para sahabatku ! Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya ! Kalau seandainya salah seorang diantara kalian berinfak emas sebesar gunung Uhud, maka hal itu tidak akan menyamai infak emas sebesar dua genggam tangan salah seorang dari mereka dan tidak pula setengahnya”.(HR.Muslim)

            Dalam  riwayat lain dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhuma, berkata : “Dahulu pernah terjadi masalah antara Khalid bin Walid dengan Abdurrahman bin ‘Auf.Kemudian Khalid mencelanya.Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda : “Janganlah kalian mencela seorang pun dari para sahabatku ! Sesungguhnya salah seorang diantara kalian berinfak emas sebesar gunung Uhud, maka hal itu tidak akan menyamai infak emas sebesar dua genggam tangan salah seorang dari mereka dan tidak pula setengahnya”.(HR.Muslim)

Sikap Syar’i Terhadap Peristiwa Gerhana

kaligrafi-bismillahirrahmanirrahim-i3

Sikap Syar’i Terhadap Peristiwa Gerhana

            Gerhana matahari atau bulan dalam bahasa syariat diistilahkan dengan kusuf atau khusuf.Hanya saja yang terkenal di kalangan para ulama fiqih, bahwa istilah kusuf itu untuk gerhana matahari dan khusuf untuk gerhana bulan.Wallahu a’lam.

            Dari sebuah penjelasan yang pernah disampaikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah, kita mengetahui bahwa gerhana matahari biasanya terjadi di akhir suatu bulan Hijriyah (tanggal 29 atau 30), sedangkan gerhana bulan biasanya terjadi di pertengahan suatu bulan Hijriyah (tanggal 13, 14 atau 15).