Bila Karikaturis Kafir Menghina Nabi

kaligrafi-bismillahirrahmanirrahim-i3

Bila Karikaturis Kafir Menghina Nabi

            Beberapa hari yang lalu, kota Paris diguncang oleh aksi teror hingga merenggut beberapa jiwa.Berita tentang peristiwa tersebut menjadi besar, tatkala bermacam-macam media yang memang dikuasai orang-orang kafir menyebut-nyebut nama Islam.Aksi teror itu sendiri muncul setelah terbitnya edisi tabloid Charlie Hebdo yang menghina Nabi dalam bentuk karikatur.Penghinaan terhadap Islam dan Nabi telah berkali-kali dilakukan tabloid satir yang memang mengelu-elukan kebebasan berekspresi tersebut.Bahkan setelah peristiwa teror tersebut, redaksi Charlie Hebdo kembali menampilkan karikatur Nabi.

            Menanggapi peristiwa ini beserta peristiwa sebelum dan sesudahnya, maka kita katakan :

1)    Kepada redaksi Charlie Hebdo dan setiap pembelanya, bahwa :

a)    Kebebasan berpikir, berbuat dan berekspresi telah menjadi bumerang bagi kalian.Kalau kalian anggap tampilan karikatur Nabi itu sebagai wujud kebebasan berekspresi, maka apa tanggapan kalian jika seandainya para pelaku teror itu beralasan kebebasan berbuat dan berekspresi ketika melakukan aksi terornya ? Kalau kalian anggap aksi teror itu mengganggu pihak lain, maka bukankah tampilan karikatur Nabi juga mengganggu pihak lain ?! Selain itu, kebebasan berpikir dan berekspresi itu tolok ukurnya siapa, apa atau memang tidak ada tolok ukurnya ? Kalau seandainya tolok ukurnya adalah hawa nafsu, maka kalian pun bukan orang yang bebas karena kalian telah terbelenggu oleh hawa nafsu ! Tidak akan mungkin ada satu pun manusia yang hidup bebas di muka bumi ! Pasti dia terikat dengan sesuatu ! Tinggal apakah ikatan tersebut adalah kebenaran yang murni ataukah kebatilan.

b)    Kalau kalian bermaksud mengkritisi kelompok ISIS yang menebar teror, maka janganlah dengan menvisualisasi reka Nabi.Memang ideologi ISIS sangat bertentangan dengan ajaran Nabi yang penuh keluhuran.Bahkan perlu kalian ketahui, bahwa jika seandainya Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam menjumpai kaum Khawarij yang ideologi dan tindakan radikal mereka dianut kelompok ISIS, maka beliau akan benar-benar memberangus mereka.Bukan justru sebaliknya, beliau yang “disembelih” milisi ISIS.Na’udzubillahi min Dzalika.

Melalui sebuah hadits yang shahih, Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda (artinya) : “…Kalau seandainya aku menjumpai mereka (orang-orang Khawarij, pen), maka sungguh aku akan benar-benar memberangus mereka seperti diberangusnya kaum ‘Ad (oleh Allah, pen)”.

c)    Segala cara apapun yang kalian tempuh untuk menghina Islam dan Nabi, niscaya Islam dan Nabi tetaplah mulia.Sebaliknya kalian justru akan menuai kehinaan.Kaum muslimin sangat meyakini firman Allah yang artinya : “Dan Kami (Allah) telah meninggikan penyebutan namamu (wahai Muhammad)”.(Alam Nasyrah : 4)

Demikian pula firman-Nya yang artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang menghinakanmu, dialah yang terputus (kebaikannya)”.(Al Kautsar : 3)

Kedua ayat ini sering dibaca dan didengar oleh sekian banyak umat Islam di penjuru dunia.

2)    Kepada pelaku teror dan setiap orang yang sependapat dengannya, bahwa :

a)    Marah jika Nabi dihina adalah sebuah kewajiban setiap muslim.Sangat dipertanyakan keimanan seseorang yang mengaku muslim, jika ia tidak marah ketika Nabinya dihina.Namun marahnya seorang muslim haruslah dibangun di atas bimbingan ilmu.Kalian wujudkan kemarahan dengan membantah kedustaan dan kekejian orang-orang kafir dengan senjata berupa pena atau ucapan yang terbimbing.Bila kalian tidak sanggup dengan pena atau ucapan, maka ingkari dengan kalbu (hati) kalian.Adapun dengan senjata fisik, maka jangan kalian tempuh.Kalian sama sekali tidak memiliki kesanggupan untuk itu.Kalau ada sebagian pihak pendukung aksi teror ini beranggapan bahwa aksi teror tersebut untuk menjaga kewibawaan Islam, maka mengapa para pelaku teror justru melarikan diri usai beraksi ? Kewibawaan yang bagaimana jika kaum muslimin (terkhusus di Perancis yang minoritas) justru merasa ketakutan pasca kejadian tersebut ? Hendaknya kalian ketahui bahwa kaum muslimin sekarang ini masih teramat lemah menghadapi orang-orang kafir yang zalim dengan kekuatan senjata fisik.Bahkan sangat lemah menampilkan syiar-syiar Islam, meskipun berjumlah mayoritas di negerinya sendiri.Yang dapat kita lakukan sekarang ini adalah berjihad menghadapi orang-orang kafir dan antek-anteknya dengan pena dan lisan.Tidak jarang, jihad dengan pena dan lisan itu justru lebih menggetarkan mereka dibanding jihad dengan pedang dan tombak.Tidaklah orang-orang kafir itu sanggup menjajah tubuh-tubuh umat Islam dengan senjata militer, melainkan setelah mereka sanggup menjajah kalbu (hati) umat Islam dengan senjata syubhat (kebatilan yang samar) dan syahwat (kebatilan yang jelas) melalui beragam media yang memang mereka kuasai saat ini.Mestinya seluruh kaum muslimin termasuk kalian, segera mempelajari Islam secara utuh agar Allah memberi kewibawaan kepada kita di hadapan orang-orang kafir.Inilah langkah yang justru sangat ditakuti orang-orang kafir.Allah Ta’ala berfirman (artinya) : “Dia-lah (Allah) yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar, agar Dia menangkan agama tersebut di atas seluruh agama, meskipun orang-orang musyrik tidak menyukai itu”.(At Taubah : 33 dan Ash-Shaff : 9)

Yang dimaksud petunjuk adalah ilmu yang bermanfaat (ilmu agama).Sedangkan yang dimaksud agama yang benar adalah amal shalih.(Lihat Tafsir as-Sa’di)

b)    Aksi teror yang kalian lakukan dan kalian anggap sebagai jihad, pada hakekatnya adalah menebar kerusakan semakin membesar di muka bumi.Belasan orang yang kalian tumpahkan darahnya di sebuah negara kafir, dapat menjadi dalih negara-negara kafir semakin mempropagandakan gerakan anti Islam dengan kemasan  memerangi terorisme.

Fatwa asy-Syaikh Ubaid al-Jabiri hafizhahullah (Seorang Ulama Besar Saudi Arabia)

            Beliau ditanya tentang aksi teror di Paris ini : “Sebagaimana tidak samar lagi bagi anda (wahai syaikh kami-semoga Allah menjaga anda), adanya pembunuhan sebelum siang hari pada hari Rabu terhadap 12 orang yang diantara korbannya adalah 8 jurnalis dan seorang polisi di sebuah kantor tabloid di kota Paris.Orang-orang yang melakukan perbuatan teror ini mengaku bahwa mereka melampiaskan dendam untuk Rasul Shallallahu ‘alaihi Wasallam.Sekarang ini, tudingan diarahkan kepada kaum muslimin.Tadi malam, disulut api pada sebagian masjid dan sebagiannya dilempar bom.Pertanyaannya : Bagaimana sikap seorang salafi atas peristiwa teror ini dan apa nasehat anda kepada kaum muslimin secara umum di Perancis dan kepada para dai, penceramah salafiyin secara khusus ?”

            Beliau menjawab : “ Dengan nama Allah dan segala puji hanya untuk-Nya.Shalawat dan salam dari Allah tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan seluruh sahabat beliau.

            Pertama : Perbuatan ini bukanlah perbuatan Ahlussunnah.Bahkan ia merupakan perbuatan para perusuh dari kalangan Khawarij dan orang yang berjalan di atas garis Khawarij, meskipun mereka menyandarkan diri mereka kepada Islam.

            Kedua : Aku katakan kepada tetangga-tetangga kalian yang kafir, baik orang Perancis maupun selain mereka di Eropa dan Amerika, bahwa kalian (orang-orang kafir) tidak akan menjumpai seorang pun ulama Ahlussunnah yang setuju dengan perbuatan ini dan mendukungnya.Bahkan Ahlussunnah, baik ulama, penuntut ilmu maupun awam mereka mengingkari perbuatan yang menimbulkan kekacauan ini.Barangsiapa yang melakukan perbuatan ini, maka ia adalah seorang Khawarij atau orang bodoh yang tidak mengenal sunnah Nabi dan tidak mengenal bagaimana Ahlussunnah berinteraksi dengan tetangga non muslim.Ahlussunnah itu berbuat baik kepada tetangga dan menjaga perjanjian, tidak setuju dengan perbuatan yang menimbulkan kekacauan dan biadab ini.

            Akhir kata, saya menasehatkan kepada anak-anak saya dari kalangan muslimin, baik para penceramah, pengajar maupun dai agar mengumumkan kebencian terhadap perbuatan biadab ini, menciptakan keamanan dan apa yang sanggup mereka lakukan untuk menciptakan keamanan tersebut.

            Semoga Allah melimpahkan taufik kepada segenap kita menuju perkara yang diridhai-Nya.Shalawat dan salam dari Allah tercurahkan untuk Nabi kita Muhammad , keluarga dan seluruh sahabat beliau”.

            Didiktekan oleh Ubaid bin Abdillah bin Sulaiman al-Jabiri, mantan pengajar di Universitas Islam pada Jum’at pagi tanggal 18 Rabi’ul Awwal 1436 H atau 9 Januari 2015 M”.

(Diunduh dari situs www.sahab.net)

Fatwa asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah (Seorang Ulama Besar Saudi Arabia)

            Dalam permasalahan membunuh karikaturis penghina Nabi, beliau pernah ditanya : “Apakah boleh membunuh seorang karikaturis kafir yang diketahui telah menggambar karikatur Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam ?”

            Beliau menjawab : “Ini bukanlah cara yang lurus.Membunuh.Cara ini (justru) menambah kerusakan dan kebencian terhadap kaum muslimin.Akan tetapi yang dapat mengalahkan mereka (orang-orang kafir, pen) adalah membantah propaganda mereka dan menjelaskan kehinaan-kehinaan mereka.Adapun menolong (kehormatan Nabi, pen) dengan tangan dan senjata, maka ini adalah tugas penguasa muslimin dan dengan perang di jalan Allah ‘Azza Wa Jalla.Ya”.

(Diunduh dari situs www.alfawzan.af.org.sa)

Wallahu a’lamu bish-Shawab

 

 

 

Posted in MANHAJ | Comments Off on Bila Karikaturis Kafir Menghina Nabi

Comments are closed.