Category Archives: BULLETIN JUMAT

Masihkah Seorang Muslim Ikut Merayakan Natal & Tahun Baru ?


Islam adalah agama yang datang dengan mewujudkan kebaikan dan mencegah kerusakan.Agama yang luhur ini telah mengatur hubungan kemanusiaan dengan lengkap dan sempurna.Toleransi pun telah ditentukan dengan sebaik-baik ketentuan.

Nasehat Bagi Umat Islam Terkait Konflik Palestina


Telah sekian lama konflik ini berlangsung dan tak kunjung usai.Yang paling baru adalah persetujuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas dijadikannya Yerusalem sebagai ibukota Israel.
Sebagai umat Islam yang tentunya yakin bahwa tidaklah ada satu pun permasalahan dari mulai yang kecil hingga besar melainkan pasti ada solusinya di dalam Al Qur’an dan Sunnah Rasul.Allah berfirman (artinya) : “…Dan Kami (Allah) telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur’an) sebagai penjelas terhadap setiap perkara, petunjuk, rahmat dan kabar gembira bagi kaum muslimin”. (An Nahl : 89)

Dituliskannya Kebaikan & Keburukan


Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma dari Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam tentang apa yang beliau riwayatkan dari Rabb-nya Tabaraka Wa Ta’ala bahwa beliau bersabda (artinya) : “Sesungguhnya Allah telah menulis kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukan.Lalu Dia (Allah) menjelaskan hal tersebut : “Barangsiapa bertekad mengerjakan suatu kebaikan namun ternyata ia tidak mengerjakannya, maka Allah tuliskan baginya 1 kebaikan sempurna di sisi-Nya.Barangsiapa bertekad mengerjakan suatu kebaikan lalu ia mengerjakannya, maka Allah tuliskan baginya 10 kebaikan, 700 kali lipat kebaikan hingga kelipatan yang banyak.Apabila terlintas pada kalbunya suatu keburukan namun ia tidak mengerjakannya, maka Allah tuliskan baginya 1 kebaikan sempurna di sisi-Nya.Apabila terlintas pada kalbunya suatu keburukan lalu ia mengerjakannya, maka Allah tuliskan baginya 1 kejelekan”.(HR.al-Bukhari dan Muslim)

Tafsir Surat Adh Dhuha


Beberapa ayat pada surat ini menyebutkan kenikmatan yang Allah beritahukan kepada Rasul-Nya Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam.Mirip perihal itu dengan apa yang pernah kita sampaikan pada tafsir Surat Asy Syarh (Edisi ke-1 Tahun ke-9).
Ayat pertama (artinya) : “Demi waktu dhuha”.