Category Archives: BULLETIN JUMAT

5 Pondasi Kebenaran

5 Pondasi Kebenaran

Penulis : asy-Syaikh Nizar bin Hasyim al-Abbas hafizhahullah
Barangsiapa menginginkan kesejahteraan dan keselamatan di dunia sekaligus akherat dalam setiap urusan dengan taufik dari Allah, hendaknya ia menjadikan ayat (artinya) : “Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah, taatilah Rasul dan Ulul Amri diantara kalian. Apabila kalian berselisih dalam suatu perkara, maka kembalikanlah perkara tersebut kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (Hadits) jika kalian beriman kepada Allah dan Hari Akhir.Demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya” sebagai tonggak pandangannya, pijakan semangat, kesungguhan, pemahaman dan perjalanan hidupnya hingga berjumpa dengan Allah Ta’ala.

Rohingya Kembali Bergejolak

kaligrafi-bismillahirrahmanirrahim-i3

Rohingya Kembali Bergejolak

            Untuk kesekian kalinya, saudara seiman kita di Myanmar dizalimi oleh orang-orang kafir Budha.Pembantaian, pemerkosaan dan pemusnahan harta dalam rangka pemusnahan etnis minoritas Rohingya menjadi berita yang sangat menyayat kita sebagai manusia, terlebih muslimin.Mesin-mesin perang yang layaknya untuk menghadapi tentara bersenjata ternyata diarahkan kepada kaum lemah, orang tua, wanita dan anak.Isu adanya milisi Rohingya yang menyerang pos polisi dijadikan sebagai dalih melakukan tindakan balasan yang tak lain adalah teror sangat mengerikan.

Tafsir Surat At Tin

kaligrafi-bismillahirrahmanirrahim-i3

Tafsir Surat At Tin

Setelah sekian lama tidak menampilkan tema tafsir, maka pada edisi kali ini kami ketengahkan kembali tema tersebut dengan menerangkan Surat At Tin secara ringkas. Semoga yang sedikit ini dapat memberikan banyak manfaat kepada para pembaca.

Ayat pertama (artinya) : “Demi buah tin dan buah zaitun”.

Mensucikan Jiwa Melalui Ibadah Kurban

kaligrafi-bismillahirrahmanirrahim-i3

Mensucikan Jiwa Melalui Ibadah Kurban

Sejarah ibadah kurban tidaklah lepas dari sosok mulia Nabi Ibrahim ‘alaihi as-Salam. Allah kisahkan sejarah tersebut melalui firman-Nya (artinya) :

“Ya Rabb-ku, anugerahkan kepada diriku (berupa seorang anak) yang ia termasuk orang-orang yang saleh. Maka Kami (Allah) beri dia (Ibrahim) berupa seorang anak yang amat sabar. Tatkala anak itu sampai pada usia yang ia sanggup membantu Ibrahim, Ibrahim berkata : “Wahai anakku, sesungguhnya aku telah melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu ! Ia menjawab : “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepada engkau. Insya Allah, engkau akan dapati aku termasuk orang-orang yang sabar. Ketika keduanya telah menyerahkan diri dan Ibrahim telah membaringkan anaknya di atas pelipisnya, maka Kami (Allah) tebus dengan seekor sesembelihan yang besar.Kami (Allah) panggil dia : “Wahai, Ibrahim, sesungguhnya engkau telah membenarkan mimpi tersebut. Sesungguhnya demikianlah Kami (Allah) memberikan balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Kami (Allah) tebus anak itu dengan seekor sesembelihan yang besar. Kami (Allah) abadikan untuk Ibrahim (berupa pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian.Kesejahteraan dilimpahkan kepada Ibrahim. Demikianlah Kami (Allah) memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman”. (Ash-Shaffat : 100-111)