Arsip Kategori: MANHAJ

Mereka Pun Kembali Berulah

kaligrafi-bismillahirrahmanirrahim-i3

Mereka Pun Kembali Berulah

Hari-hari menjelang tibanya bulan suci Ramadhan, kembali kaum teroris Khawarij berulah di negeri yang kita cintai ini. Memang fitnah (baca : kejelekan) mereka tak kunjung padam. Nabi kita sendiri memberitakan bahwa setiap generasi (jenis) dari mereka muncul, maka dapat dipatahkan dan demikian seterusnya berulang hingga munculnya ad-Dajjal di tengah mereka menjelang hari kiamat. Tindakan brutal dan keji mereka juga sangat tepat dengan pensifatan Nabi terhadap mereka sebagai anjing-anjing neraka dan kaum yang keluar dari agama sebagaimana keluarnya busur panah menembus buruannya. Tindakan mereka yang jelas sekali menunjukkan jauhnya mereka dari akal sehat dan pikiran yang jernih pun sesuai dengan penyebutan Nabi tentang mereka sebagai Sufahaa’ al-Ahlaam (orang-orang yang berakal dungu). Maka jika membaca hadits-hadits Nabi tentang mereka, kita tidak merasa heran dan kaget dengan ulah mereka. Hadits-hadits Nabi yang berbicara tentang kaum yang satu ini pun mencapai derajat mutawatir yang satu dengan yang lain saling melengkapi hingga sedemikian detail berita yang datang dari beliau. Lanjutkan membaca Mereka Pun Kembali Berulah

Sejenak Membantah Istilah “Muslim Kagetan”

kaligrafi-bismillahirrahmanirrahim-i3

Sejenak Membantah Istilah “Muslim Kagetan”

            Apabila ada seseorang memunculkan istilah “Muslim Kagetan”, maka kami sangat mengkhawatirkan bahaya terselubung di balik istilah mengagetkan ini.Hal ini karena beberapa alasan : Lanjutkan membaca Sejenak Membantah Istilah “Muslim Kagetan”

(ber)Islam (di)Nusantara

kaligrafi-bismillahirrahmanirrahim-i3

Ust. Abu Abdillah ‘Utsman

Ya, belakangan ini sangat marak diberitakan tentang suatu konsep baru yang teranggap sebagai konsep Islam ideal : Islam Nusantara. Atau, sebagian dari mereka mengatakan bahwa sebenarnya ini bukan ajaran baru melainkan “pandangan umat Islam Indonesia yang melekat dengan budaya Nusantara” ( demikian pernyataan Ketum PBNU sebagaimana dilansir republika.co.id ).

Konsep Islam Nusantara

Banyak konsep yang diusung oleh Islam Nusantara, namun dalam tulisan singkat ini akan dikupas suatu konsep yang penulis pandang sebagai konsep utama dari gagasan Islam Nusantara, semoga di kesempatan lain kita bisa membahas berbagai konsep lain mereka. Konsep itu yaitu : Lanjutkan membaca (ber)Islam (di)Nusantara

Manhaj Ahlussunnah Wal Jamaah Telah Mencukupi Kita

kaligrafi-bismillahirrahmanirrahim-i3

Manhaj Ahlussunnah Wal Jamaah Telah Mencukupi Kita

            Bagi siapa saja yang mempelajari agama ini dengan seksama, niscaya ia akan mendapati bahwa manhaj (metode) Ahlussunnah Wal Jamaah adalah satu-satunya manhaj yang sempurna dan lengkap.Manhaj Ahlussunnah Wal Jamaah, as-Salafiyah, al-Firqatun Najiyah atau ath-Thaifah al-Manshurah tidak lain adalah Islam yang dibawa dan dijalani oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam beserta para sahabat radhiyallahu ‘anhum.

            Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam sendiri yang menegaskan bahwa manhaj Ahlussunnah Wal Jamaah adalah satu-satunya manhaj yang benar, sekaligus manhaj inilah yang beliau jalani bersama para sahabat.Ini beliau tegaskan seiring pemberitaan dari beliau juga bahwa umat Islam akan mengalami perpecahan. Lanjutkan membaca Manhaj Ahlussunnah Wal Jamaah Telah Mencukupi Kita

Bila Karikaturis Kafir Menghina Nabi

kaligrafi-bismillahirrahmanirrahim-i3

Bila Karikaturis Kafir Menghina Nabi

            Beberapa hari yang lalu, kota Paris diguncang oleh aksi teror hingga merenggut beberapa jiwa.Berita tentang peristiwa tersebut menjadi besar, tatkala bermacam-macam media yang memang dikuasai orang-orang kafir menyebut-nyebut nama Islam.Aksi teror itu sendiri muncul setelah terbitnya edisi tabloid Charlie Hebdo yang menghina Nabi dalam bentuk karikatur.Penghinaan terhadap Islam dan Nabi telah berkali-kali dilakukan tabloid satir yang memang mengelu-elukan kebebasan berekspresi tersebut.Bahkan setelah peristiwa teror tersebut, redaksi Charlie Hebdo kembali menampilkan karikatur Nabi.

            Menanggapi peristiwa ini beserta peristiwa sebelum dan sesudahnya, maka kita katakan : Lanjutkan membaca Bila Karikaturis Kafir Menghina Nabi