Category Archives: WUDHU

Tuntunan Fitrah

kaligrafi-bismillahirrahmanirrahim-i3

Oleh : Ust. Abu ‘Abdillah ‘Utsman

Tuntunan – Tuntunan Fitrah

Pembaca yang dirahmati Allah ‘azza wa jalla,sebelumnya telah dibahas mengenai masalah tayammum. Perlu diketahui bahwa setelah pembahasan tayammum para ulama biasanya menyebutkan pembahasan seputar haidh dan nifas. Hanya saja, dengan beberapa pertimbangan, kali ini kami mengajak pembaca untuk bersama menyimak suatu tema penting dari pembahasan seputar thaharah yaitu sunan al fithrah (tuntunan – tuntunan fitrah). Apa yang tersebut dalam bahasan kali ini merupakan bagian penting dari makna thaharah sebagaimana sudah kami sebutkan definisi thaharah pada edisi ke-3 dari majalah Qonitah.

Banyak hadits yang berbicara tentang masalah ini, diantaranya hadits bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (artinya) : “ Lima perkara yang termasuk fitrah[1] : khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan memendekkan kumis.” (HR.al Bukhari dan Muslim).

Pembatal – Pembatal Wudhu

kaligrafi-bismillahirrahmanirrahim-i3

Pembatal – Pembatal Wudhu

Pembatal wudhu artinya hal – hal yang bisa membatalkan wudhu seseorang dan secara umum terbagi dua :

a)      Hadats – hadats[1] yang bisa membatalkan wudhu

b)      Sebab – sebab yaitu keadaan – keadaan yang memungkinkan terjadinya hadats seperti tidur[2]

Berwudhu dalam bimbingan syariat (2)

kaligrafi-bismillahirrahmanirrahim-i3

Berwudhu dalam bimbingan syariat (2)

Para pembaca yang semoga Allah memuliakan kita semua, pada edisi sebelumnya telah kita bahas mengenai wudhu, rukun – rukunnya serta beberapa sunnahnya. Adapun pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai beberapa kesalahan[1] yang sering terjadi dalam praktek wudhu yang dilakukan oleh kaum muslimin. Diantaranya adalah :

Berwudhu dalam Bimbingan Syariat

kaligrafi-bismillahirrahmanirrahim-i3

Berwudhu dalam Bimbingan Syariat (1)

Bersuci dalam rangka menghilangkan hadats[1] ada tiga macam : wudhu, mandi dan tayammun sebagai ganti dari wudhu dan mandi. Allah subhanahu wa ta’ala telah menyebutkan ketiganya dalam satu ayat yaitu dalam firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ