Fikih Tata Cara Sholat Praktis 2

kaligrafi-bismillahirrahmanirrahim-i3

Oleh : Ustadz Abu ‘Abdillah ‘Utsman

Syarat – syarat sholat

1. Sholat pada waktunya. Maka, tidak sah sholat sebelum waktunya dan setelah keluar waktunya kecuali kalau ada udzur. Dalilnya adalah firman Allah dalam surat An Nisa ayat 103

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا

yang artinya “Sesungguhnya sholat diwajibkan atas kaum mukminin pada waktu yang telah ditentukan.” Dalil yang lain adalah berbagai hadits yang menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menentukan waktu – waktu sholat.

Masalah :

–          Bagaimana hukum seorang yang sholat sebelum waktunya dengan sengaja ? Jawab : sholatnya tidak sah dan dia berdosa dan wajib mengulang sholatnya pada waktunya.

–          Bagaimana kalau tidak sengaja ? Jawab : sholatnya tidak sah namun dia tidak berdosa dan wajib mengulang sholatnya pada waktunya.

–          Bagaimana kalau dikerjakan setelah waktu berakhir dengan sengaja? Jawab : sholatnya tidak sah dan dia berdosa dan wajib bertaubat. Dalam keadaan ini tidak bisa dan tidak perlu mengganti apa yang telah dia lewatkan dengan sengaja.

–          Bagaimana kalau tidak sengaja/ada udzur ? Jawab : sholatnya sah. Dalilnya hadits dalam shahih Muslim yang artinya : “Barangsiapa tertidur dari suatu sholat atau terlupa maka sholatnya ketika dia bangun atau ketika ingat.”

Catatan : Masuknya waktu sholat merupakan syarat sah sholat yang terpenting dan paling utama untuk diperhatikan.

2. Suci dari hadats. Hadats adalah sebuah sifat dalam tubuh yang menyebabkan seseorang tidak boleh melakukan ibadah yang dipersyaratkan suci dari hadats seperti sholat.

Dalilnya adalah firman Allah dalam surat Al Maidah ayat ke-6 tentang wudhu

وَإِن كُنتُم مَّرْ‌ضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ‌ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِّنكُم مِّنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا

dan hadits shahih yang artinya “Allah tidak menerima sholat salah seorang dari kalian jika hadats sampai dia berwudhu.”

Masalah :

–          Bagaimana kalau seseorang sholat tanpa sengaja dalam keadaan hadats ? Jawab : dia tidak berdosa namun kalau dia ingat pada waktunya maka wajib mengulanginya adapun kalau sudah keluar waktu sholat tersebut maka tidak perlu mengulang.

–          Bagaimana kalau disengaja ? Jawab : sholatnya tidak sah dan dia berdosa bahkan dikhawatirkan perbuatannya termasuk dalam mempermainkan agama Allah.

–          Kalau batal wudhunya di tengah – tengah sholat, maka dia wajib memutus sholat dan berwudhu serta mengulang sholat dari awal.

3. Suci dari najis. Dalam syariat Islam benda najis dibagi tiga :

–          Najis yang berat : air liur anjing kalau mengenai bejana/wadah. Ini disucikan dengan tujuh kali cucian dimana cucian pertama dicampur tanah.

–          Najis yang ringan : kencing bayi laki – laki yang belum memakan makanan tambahan selain ASI. Ini disucikan dengan diperciki air dan tidak perlu dicuci.

–          Najis pertengahan : benda najis selain kedua jenis di atas. Ini disucikan dengan menghilangkan dzat yang najis tersebut.