Kisah Nabi Luth ‘alaihi as-Salam

kaligrafi-bismillahirrahmanirrahim-i3

Kisah Nabi Luth ‘alaihi as-Salam

            Kisah Nabi Luth masih memiliki keterkaitan dengan kisah Nabi Ibrahim, karena Nabi Luth adalah murid sekaligus keponakan Nabi Ibrahim.Kisah Nabi Ibrahim sendiri telah kita baca pada edisi ke-16.Adapun kisah Nabi Luth telah Allah ceritakan pada beberapa surat di dalam Al Qur’an, diantaranya : Surat Al A’raf, Hud, Al Hijr, Asy Syu’ara’, An Naml dan Al Ankabut.

Dakwah Beliau

            Beliau diutus oleh Allah sebagai rasul di daerah dataran rendah Palestina bernama Sodom.Ketika itu kaum Sodom melakukan perbuatan syirik kepada Allah dan homoseksual (liwath).Kalau perbuatan syirik telah dilakukan oleh kaum sebelum mereka, adapun perbuatan liwath tidak pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum mereka.Merekalah kaum gay pertama kali yang berada di muka bumi ini.Allah berfirman (artinya) : “Dan sungguh Kami (Allah) telah mengutus Luth (yakni) ketika ia berkata kepada kaumnya : “Sesungguhnya kalian benar-benar melakukan sebuah perbuatan kotor yang tidak pernah seorang pun melakukannya di alam ini sebelum kalian”.(Al Ankabut : 28.Lihat juga Al A’raf : 80)

            Maka Nabi Luth pun mengajak mereka untuk meninggalkan kesyirikan, kembali kepada tauhid sebenarnya dan meninggalkan perbuatan liwath.Keikhlasan dan kejujuran dalam menyampaikan dakwah menjadi modal utama beliau.Namun sebagaimana perjuangan dakwah para rasul sebelumnya, beliau pun mendapatkan tantangan berat dari kaumnya.Tidaklah bertambah pada mereka melainkan justru semakin menentang dan membangkang ajakan sang utusan Allah.Allah beritakan tanggapan mereka terhadap seruan utusan-Nya (artinya) : “Dan tidaklah jawaban kaumnya melainkan mereka berkata (kepada sesamanya) : “Usirlah mereka (Nabi Luth dan para pengikut beliau) dari kampung kalian.Sesungguhnya mereka itu adalah manusia yang berpura-pura mensucikan diri”.(Al A’raf : 82.Lihat pula Asy Syu’ara’ : 167 dan An Naml : 56)

            Dia Ta’ala berfirman (artinya) : “…Maka tidaklah jawaban kaumnya melainkan mereka berkata (kepada Nabi Luth) : “Datangkan azab Allah kepada kami jika engkau termasuk orang yang jujur”.(Al Ankabut : 29)

            Bukan sekedar bersikukuh dengan perbuatan liwath, bahkan kaum Sodom mengancam untuk mengusir Nabi Luth beserta para pengikutnya dan menantang diturunkannya azab Allah.Sungguh betapa berat pembangkangan yang mereka lakukan !

            Menghadapi kenyataan sangat pahit ini, Nabi Luth berdoa agar Allah menyelamatkan dirinya dari kaum Sodom yang sudah sedemikian jauh kerusakannya.Maka Allah kabulkan doa beliau dengan datangnya tamu mulia ke kediaman beliau.

Kisah Tamu Nabi Luth ‘alaihi as-Salam

            Tamu ini adalah para malaikat yang diutus oleh Allah untuk menimpakan siksa yang mengerikan kepada kaum Sodom.Dengan kekuasaan Allah, para malaikat ini wujudnya berubah menjadi para pemuda yang sangat rupawan.Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah di dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa para malaikat tersebut adalah Jibril, Mikail dan Israfil ‘alaihim as-Salam.Wallahu a’lam.

            Dalam perjalanan menuju kediaman Nabi Luth, para malaikat ini sempat bertamu ke kediaman Nabi Ibrahim di Syam.Kisah para malaikat dengan Nabi Ibrahim ini dapat dilihat kembali pada edisi ke-16, ditambah para malaikat ini juga memberitahukan kepada Nabi Ibrahim tujuan mereka diutus oleh Allah adalah untuk menimpakan siksa mengerikan kepada kaum Nabi Luth.

            Tibalah para malaikat ini di kediaman Nabi Luth.Namun, beliau sangat khawatir perihal kedatangan tamu yang mulia ini diketahui oleh kaum beliau.Ya, demikian itu karena kaum Sodom memiliki kebiasaan melampiaskan syahwat mereka kepada sesama jenis sekalipun kepada para tamu asing yang singgah ke daerah mereka.Seiring kebiasaan sangat kotor ini ditambah ketampanan para tamu Nabi Luth, beliau tidak kuasa melindungi para tamunya dari perbuatan keji kaum Sodom.Awalnya beliau belum tahu kalau para tamu ini adalah para malaikat yang memiliki kekuatan besar.Allah berfirman tentang keresahan Nabi Luth (artinya) : “Dan tatkala para utusan Kami datang kepada Luth, ia merasa resah dan sempit dadanya karena kedatangan mereka.Dia berkata : “Ini adalah hari  yang amat berat”.(Hud : 77.Lihat pula Al Ankabut : 33)

            Sebenarnya Nabi Luth telah berusaha menyembunyikan perihal kedatangan para tamu tersebut agar tidak diketahui oleh kaumnya.Akan tetapi, ternyata isteri beliau yang sangat ingkar menyampaikan perihal ini kepada kaumnya.Mendengar perihal ini, bergegaslah kaum yang rusak ini menuju kediaman Nabi Luth dalam keadaan begembira.

            Nabi Luth lalu berusaha menyampaikan alasan-alasan kepada kaumnya agar mereka bersedia mengurungkan syahwat kotornya.Allah menceritakan alasan yang disampaikan Nabi Luth (artinya) : “…Dia (Luth) berkata : “Wahai kaumku, inilah putri-putri (negeri) ku.Mereka lebih suci bagi kalian (jika kalian ingin melampiaskan syahwat).Bertakwalah kalian kepada Allah dan janganlah kalian mencemarkan (nama baik) diriku terhadap tamuku ini.Tidak adakah diantara kalian seseorang yang berakal ?”(Hud : 78).Lihat pula Al Hijr : 68, 69 dan 71)

            Nabi Luth menawarkan putri-putri Sodom kepada kaumnya dalam keadaan beliau tahu bahwa kaumnya tidak memiliki syahwat kepada wanita.Hal ini sebagaimana firman Allah (artinya) : “Mereka (kaum Sodom) berkata : “Sungguh engkau (wahai Luth) telah mengetahui bahwa kami tidak memiliki syahwat kepada putri-putri (negeri) mu.Sesungguhnya engkau benar-benar mengetahui apa yang sebenarnya kami inginkan”.(Hud : 79)

            Kaum Sodom sama sekali tidak peduli dengan alasan-alasan Nabi Luth.Mereka benar-benar mabuk kepayang dengan liwath, sebagaimana dimaksud oleh Surat Al Hijr ayat ke-72.

            Suasana pun semakin mencekam diri Nabi Luth.Maka para tamu beliau menyampaikan perihal yang menghilangkan keresahan Nabi Luth.Para tamu ini mengabarkan bahwa beliau tidak akan dapat diganggu oleh kaumnya.Beliau bersama para pengikutnya diperintah untuk keluar dari Sodom di penghujung malam untuk menyelamatkan diri, karena akan ditimpakan azab pedih di waktu subuh.

            Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan bahwa para ahli tafsir dan selain mereka menerangkan bahwa Jibril keluar mengibaskan ujung sayapnya hingga membutakan mata kaum Sodom.Mereka pulang dalam keadaan meraba-raba dinding tapi masih sempat mengancam Nabi Luth (Lihat al-Bidayah Wa an-Nihayah, Maktabah Syamilah).

Azab Kaum Nabi Luth ‘alaihi as-Salam

            Manakala Nabi Luth dan para pengikutnya telah keluar dari Sodom, tibalah siksa yang teramat pedih menimpa kaum Sodom.Suara keras menggelegar membinasakan mereka sebelum matahari terbit, bumi mereka dibalik hingga bagian atas menjadi bagian bawah dan hujan batu yang keras terbakar dari langit menimpa mereka.Allah berfirman (artinya) : “Maka mereka dibinasakan oleh suara yang keras menggelegar ketika matahari akan terbit.Maka Kami (Allah) jadikan bagian atas kampung itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras”.(Al Hijr : 73-74.Lihat pula Hud : 82)

            Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan bahwa daerah Sodom kemudian menjadi sebuah danau yang menjijikkan, tidak bermanfaat air dan apa yang ada di sekitarnya.(Lihat Fathul Bari)

Kebinasaan Juga Menimpa Istri Nabi Luth ‘alaihi as-Salam

            Allah takdirkan istri Nabi Luth sebagai istri yang berkhianat terhadap sang suami.Wanita tua ini enggan mengikuti agama suaminya.Wanita ini juga membocorkan berita kedatangan tamu suaminya kepada kaum Sodom.Singkat kata, akhirnya wanita ini juga ikut dibinasakan bersama kaumnya sebagaimana Allah kabarkan di dalam Al Qur’an.Allah juga menegaskan di dalam Surat At Tahrim ayat ke-10 bahwa istri yang khianat ini pasti akan masuk neraka bersama istri Nabi Nuh ‘alaihi as-Salam.Semua itu dengan ketetapan Allah yang penuh hikmah.

Pelajaran Di Balik Kisah Nabi Luth as-Salam

            Di akhir kisah Nabi Luth beserta kaumnya, Allah memerintah hamba-hamba yang hidup setelah mereka untuk mengambil pelajaran di balik kisah nyata ini.Salah satu pelajaran yang bisa kita ambil adalah buruknya perbuatan liwath.Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam sendiri pernah bersabda (artinya) : “Barangsiapa yang kalian jumpai ia mengerjakan perbuatan kaumnya Nabi Luth, maka bunuhlah orang tersebut beserta pasangannya”.(Disahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani di dalam Irwa’ al-Ghalil 2350)

            Al-Imam asy-Syafi’i, Ahmad bin Hanbal dan banyak dari kalangan ulama berpendapat bahwa pelaku liwath itu dihukum rajam, baik ia sudah pernah menikah dengan seorang wanita maupun belum.Tentu saja yang melakukan hukum rajam tersebut adalah pemerintah, bukan individu masyarakat.

            Perbuatan nista ini dapat menjadi sebab turunnya azab Allah di dunia.Allah telah berfirman (artinya) : “…dan tidaklah tanda kebinasaan itu jauh dari orang-orang yang berbuat zalim”.(Hud : 83)

            Al-Imam as-Sa’di rahimahullah menyatakan bahwa yang dimaksud “orang-orang yang berbuat zalim” adalah orang-orang yang menyerupai perbuatan kaum Nabi Luth.Maka hamba-hamba Allah hendaknya mewaspadai perbuatan seperti perbuatan kaum Nabi Luth agar tidak menimpa mereka apa yang pernah menimpa kaum Nabi Luth (Lihat Tafsir as-Sa’di)

            Siapa saja yang berbuat liwath maka dia terancam dengan siksa yang amat pedih, sebagaimana halnya kaum Sodom.Siksa itu janganlah dianggap sebagai sesuatu yang mustahil.Sungguh buruk suatu kaum jika mereka berani memunculkan kembali perbuatan sangat kotor ini dengan dalih HAM atau pelegalnya dibiarkan leluasa.Lebih menyesakkan dada lagi tatkala ada komunitas yang mengaku muslimin, atau perangkat institusi pendidikan Islam resmi di negara yang mayoritas muslimin tidak malu-malu lagi melegalkan perbuatan homoseksual maupun lesbian melalui berbagai media.Ayat-ayat Al Qur’an yang nyata-nyata mencela perbuatan liwath kaum Nabi Luth, mereka gugat atau sangsikan.Orang-orang semacam Ulil Abshar Abdalla (kata “Ulil Abshar” yang artinya “Pemilik Pandangan Yang Lurus” telah nyata tidak ada pada dirinya saat ini), beberapa tokoh JIL lainnya (yang sekarang JIL ganti nama menjadi JIN = Jaringan Islam NUsantara), atau beberapa sivitas akademika UIN hingga saat ini masih saja berani menjejalkan penyimpangan-penyimpangan berbahaya mereka (termasuk ide pelegalan LGBT) di negeri kita.Memang homoseksual atau sejenisnya saat ini masih terasa tabu di negeri kita.Namun mengingat masih bercokolnya demokrasi dan tekanan negara kafir pemasar liberalisme di negeri kita, tidaklah mustahil praktek-praktek penyimpangan seksual suatu saat menjadi legal menurut UU.

            Semoga Allah melindungi negeri kita ini (pemimpin dan rakyatnya) dari makar jahat orang-orang kafir dan para tokoh penyesat umat hingga kita semua selamat dari kebinasaan.

Wallahu a’lamu bish-Shawab

Posted in SIROH | Comments Off on Kisah Nabi Luth ‘alaihi as-Salam

Comments are closed.