Mereka Pun Kembali Berulah

kaligrafi-bismillahirrahmanirrahim-i3

Mereka Pun Kembali Berulah

Hari-hari menjelang tibanya bulan suci Ramadhan, kembali kaum teroris Khawarij berulah di negeri yang kita cintai ini. Memang fitnah (baca : kejelekan) mereka tak kunjung padam. Nabi kita sendiri memberitakan bahwa setiap generasi (jenis) dari mereka muncul, maka dapat dipatahkan dan demikian seterusnya berulang hingga munculnya ad-Dajjal di tengah mereka menjelang hari kiamat. Tindakan brutal dan keji mereka juga sangat tepat dengan pensifatan Nabi terhadap mereka sebagai anjing-anjing neraka dan kaum yang keluar dari agama sebagaimana keluarnya busur panah menembus buruannya. Tindakan mereka yang jelas sekali menunjukkan jauhnya mereka dari akal sehat dan pikiran yang jernih pun sesuai dengan penyebutan Nabi tentang mereka sebagai Sufahaa’ al-Ahlaam (orang-orang yang berakal dungu). Maka jika membaca hadits-hadits Nabi tentang mereka, kita tidak merasa heran dan kaget dengan ulah mereka. Hadits-hadits Nabi yang berbicara tentang kaum yang satu ini pun mencapai derajat mutawatir yang satu dengan yang lain saling melengkapi hingga sedemikian detail berita yang datang dari beliau.

3 Ciri Menonjol Kaum Teroris Khawarij

Kaum muslimin hendaknya mengetahui 3 ciri yang akan disebutkan di bawah ini sebagai upaya pembekalan menghadapi kejahatan mereka. 3 ciri tersebut adalah :

  1. Mudah mengkafirkan kaum muslimin (baik penguasa maupun rakyat) karena semata-mata melakukan dosa besar atau berhukum dengan selain apa yang Allah turunkan tanpa ada rincian.
  2. Keluar dari ketaatan kepada pemerintah kaum muslimin.
  3. Menghalalkan darah, kehormatan dan harta kaum muslimin (baik penguasa maupun rakyat) yang telah mereka anggap kafir atau dengan kata lain : murtad dari agama. Ujung-ujungnya mereka melakukan teror bersenjata terhadap kaum muslimin dan penguasa (terkhusus aparat keamanan) yang mereka kemas dengan label “jihad”.

Berangkat dari aqidah (keyakinan) sesat lalu mencari-cari dalil yang menurut mereka sesuai dengan aqidah tersebut, muncullah 3 ciri di atas. Ketiga ciri tersebut saling berkaitan erat, bahkan merupakan sebab akibat.

Kewajiban Kaum Muslimin Menghadapi Kejahatan Kaum TerorisKhawarij

Terdapat 2 elemen penting kaum muslimin yang memiliki kapasitas menghadapi kejahatan mereka, yaitu :

1️⃣

Para ulama dan dai yang berpegang teguh dengan Al Qur’an dan Sunnah Nabi di atas bimbingan generasi terbaik umat Islam, yaitu : as-Salaf ash-Shalih.

Merekalah yang berkompeten menjelaskan secara ilmiah kejahatan (teror pemikiran) yang ditebarkan kaum teroris Khawarij. Sudah dimaklumi, bahwa teror pemikiran inilah yang “memberanikan” mereka melakukan teror fisik. Oleh karena itu menjelaskan perkara ini merupakan jihad yang paling utama dan memiliki peran sangat besar dalam mematahkan kejahatan mereka. Para ulama dan dai pun sejak dahulu hingga hari ini senantiasa memberikan perhatian yang serius terhadap permasalahan besar ini. Karya tulis dan kajian ilmiah telah sekian banyak mereka sampaikan. Dengan bimbingan para ulama dan dai inilah kita akan banyak mendapatkan wawasan ilmu yang sangat bermanfaat membendung pemikiran kaum teroris Khawarij. Masyarakat umum pun tidak boleh abai terhadap penjelasan mereka dan terus menerus sibuk mengejar dunia. Bukankah kejahatan kaum teroris Khawarij selama ini sangat dirasakan imbasnya oleh masyarakat umum ?! Sudah berapa banyak jiwa dan harta dari masyarakat umum menjadi korban kebiadaban aksi teror mereka ?! Akankah mereka (masyarakat) terus abai dan tak peduli terhadap bimbingan agama padahal mereka terus menjadi target kejahatan ?! Diantara kita jangan beranggapan bahwa para teroris itu adalah orang-orang jauh kita. Siapa diantara kita yang dapat menjamin bahwa tetangga, rekan sejawat, kawan, kerabat bahkan keluarga kita tidak terancam dari teror pemikiran kaum bengis ini ?! Demikian pula, bimbingan para ulama dan dai ini juga berfungsi meluruskan tuduhan-tuduhan miring bahwa terorisme atau radikalisme ini memiliki kaitan dengan istilah “Salafi Wahabi”. Istilah “Wahabi” ini sendiri tidak lebih dari buatan sebagian orang yang awalnya sudah memiliki permusuhan terhadap dakwah asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab yang faktanya memang memberangus segala bentuk kesyirikan dan penyimpangan di atas metode nabawi. Tuduhan itu pun dimunculkan diantaranya karena tidak tepat dalam memahami maksud kata “kafir” atau semisalnya dalam karya-karya asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab. Alhasil, dengan mengikuti bimbingan para ulama dan dai yang berjalan di atas Al Qur’an dan Sunnah Nabi dengan metode as-Salaf ash-Shalih / Ahlussunnah Wal Jama’ah, kita akan selamat dari kejahatan teror pemikiran kaum Khawarij dan tuduhan “salah alamat” sebagian orang.

2️⃣

Para penguasa (terkhusus aparat keamanan).

Elemen ini juga memiliki peran besar dalam membendung kejahatan kaum teroris Khawarij, terkhusus dalam hal teror fisik. Merekalah pihak yang memiliki wewenang untuk memberangus para teroris secara fisik (senjata). Upaya mereka adalah wujud dari perintah Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam agar memerangi kaum Khawarij. Demikian pula beliau sendiri bercita-cita memberangus kaum Khawarij jika seandainya menjumpai keberadaan mereka. Diantara aparat keamanan ada yang berhasil membunuh dan ada pula yang terbunuh. Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam menyampaikan berita gembira bagi seseorang yang membunuh atau dibunuh oleh kaum Khawarij. Beliau bersabda (artinya) : “…Di mana saja kalian menjumpai mereka, maka bunuhlah mereka. Sesungguhnya dalam membunuh mereka terdapat pahala bagi barangsiapa yang membunuh mereka kelak pada hari kiamat”. (HR. al-Bukhari. Lihat Muslim)

Melalui hadits yang lain, beliau bersabda (artinya) : “Anjing-anjing neraka, anjing-anjing neraka, anjing-anjing neraka. Mereka adalah sejelek-jelek manusia yang dibunuh di bawah kolong langit dan sebaik-baik manusia yang dibunuh di bawah kolong langit ini adalah manusia yang mereka bunuh”. (Disahihkan oleh asy-Syaikh Muqbil di dalam ash-Shahih al-Musnad)

Sehingga memerangi kaum Khawarij secara fisik merupakan sebuah ibadah yang agung dan memiliki keutamaan di sisi Allah. Ini pula yang telah dilakukan para sahabat Nabi di bawah kepemimpinan Khalifah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu setelah para Khawarij generasi awal mendapatkan pengarahan dari Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma lalu dalih-dalih mereka terpatahkan, namun sebagian mereka enggan kembali kepada jalan kebenaran. Membaca sejarah para sahabat Nabi memerangi kaum Khawarij merupakan bekal berharga bagi setiap muslim terkhusus pihak aparat keamanan agar senantiasa terbimbing di atas kebenaran.

Salah satu pelajaran yang penting dari kiprah para sahabat Nabi dalam memerangi kaum teroris Khawarij adalah terjalinnya kerjasama antara para ulama dengan penguasa. Memang 2 elemen ini merupakan benteng yang kokoh dalam melindungi kehidupan agama dan negara dari kejahatan kaum teroris Khawarij. Para ulama beserta para dai yang berjalan di atas prinsip beragama yang lurus memiliki tugas menjelaskan apa itu prinsip aqidah kaum Khawarij, siapa tokoh-tokoh mereka dan buku-buku mereka. Adapun penguasa berwenang menindak tegas setiap tokoh, organisasi dan buku yang berpemahaman Khawarij. Sungguh, para teroris Khawarij terus berdakwah melalui media cetak maupun elektronik, apalagi media sosial yang menembus setiap lapisan masyarakat. Demikian pula mereka terus gigih melakukan pengkaderan melalui lembaga pendidikan (pondok pesantren) maupun pengajian-pengajian.

Terorisme Tidak Ada Kaitan Apapun Dengan Penampilan Islami Seseorang

Sebuah realita yang tidak kita pungkiri bahwa beberapa pelaku teror adalah orang-orang yang berpenampilan Islami. Entah apakah penampilan tersebut mereka tampakkan ketika melakukan aksi yang selama ini hal tersebut jarang terjadi, maupun usai mereka berhasil ditangkap. Namun sebagai seorang muslim yang adil dan terbimbing dengan ilmu tentu akan menilai sesuatu dengan tepat. Kita pun mengatakan bahwa :

🔶
Terorisme apapun penampilan pelakunya sama sekali bukan ajaran Islam, bahkan Islam sangat memeranginya.
🔶
Penampilan Islami semisal : jenggot, memakai busana di atas mata kaki bagi pria atau cadar bagi wanita merupakan bagian dari bimbingan Islam tanpa ada sedikit pun keraguan. Oleh karena itu penampilan Islami semisal yang disebutkan tadi bukanlah identitas adat suatu masyarakat / negara atau atribut kelompok tertentu.
🔶
Keberadaan penampilan Islami semisal di atas telah ada terlebih dahulu dan telah disyariatkan jauh sebelum kemunculan para teroris Khawarij generasi awal, apalagi generasi sekarang. Lalu apa kaitan terorisme dengan penampilan Islami semisal tadi ?!
🔶
Seseorang yang berpenampilan Islami tidaklah mesti seorang teroris sampai kita mengetahui dia adalah seorang teroris dengan bimbingan ilmu dan informasi yang akurat.
🔶
Tidak sedikit orang lain yang juga berpenampilan Islami semisal tadi justru jauh berseberangan bahkan sangat bersemangat memerangi paham teroris.

Alhasil, tidak semestinya seseorang gegabah dalam menilai sesuatu apalagi berbuat sampai ia sendiri membekali diri dengan ilmu dan informasi yang akurat. Allah mengancam siapa saja yang menyakiti orang-orang yang beriman tanpa kesalahan yang mereka perbuat (artinya) : “Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kedustaan dan dosa yang nyata.” (Al Ahzab : 58)

Demikian pula janganlah seseorang menyibukan diri dengan informasi apalagi menyebarkannya yang ia sendiri tidak mengetahui dari siapa, terlebih jika jelas dari orang yang memiliki tujuan-tujuan tertentu. Allah mengingatkan sekaligus membimbing hamba-hambaNya melalui salah satu firman-Nya (artinya) : “Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan atau rasa takut, ternyata mereka langsung menyiarkannya. Kalau saja mereka menyerahkan berita tadi kepada Rasul dan Ulil Amri diantara mereka, tentulah orang-orang yang dapat menetapkan kesimpulan dari kalangan mereka akan mengetahui kebenarannya…” (An Nisa’ : 83)

Sebagai penutup risalah sederhana ini, semoga Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana memberikan pertolongan kepada penguasa dan kaum muslimin menghadapi musuh-musuh agama dan negara, melimpahkan hidayah kepada mereka agar berjalan di atas ash-Shirath al-Mustaqim dan kokoh di atasnya serta menghancurkan setiap makar jahat terhadap mereka.

Wallahu a’lamu bish-Shawab