Nasehat Bagi Umat Islam Terkait Konflik Palestina

بِسمِ اللهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Nasehat Bagi Umat Islam Terkait Konflik Palestina

Telah sekian lama konflik ini berlangsung dan tak kunjung usai.Yang paling baru adalah persetujuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas dijadikannya Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Sebagai umat Islam yang tentunya yakin bahwa tidaklah ada satu pun permasalahan dari mulai yang kecil hingga besar melainkan pasti ada solusinya di dalam Al Qur’an dan Sunnah Rasul.Allah berfirman (artinya) : “…Dan Kami (Allah) telah menurunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur’an) sebagai penjelas terhadap setiap perkara, petunjuk, rahmat dan kabar gembira bagi kaum muslimin”. (An Nahl : 89)

Maka kami katakan :

1) Bahwa konflik yang terjadi di Palestina adalah konflik agama, bukan sekedar perebutan wilayah.Penjajahan kaum Yahudi terhadap kaum muslimin Palestina semata-mata karena kebencian dan permusuhan terhadap Islam dan kaum muslimin.

Allah Yang Maha Mengetahui seluruh alam semesta telah berfirman (artinya) : “Sungguh engkau benar-benar mendapati manusia yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik…” (Al Maidah : 82)

Al-‘Allamah as-Sa’di rahimahullah berkata : “Maka 2 kelompok ini secara mutlak adalah manusia yang paling besar permusuhannya terhadap Islam dan kaum muslimin dan manusia yang paling banyak usahanya untuk memberikan madharat kepada mereka (kaum muslimin).Hal itu disebabkan kerasnya kebencian, tindakan melampaui batas, kedengkian, penentangan dan kekufuran mereka”. (Tafsir as-Sa’di)

Dimana pun dan kapan pun, tidak hanya di Palestina dan tidak hanya sekarang, orang-orang Yahudi adalah musuh Islam dan kaum muslimin.Manakala mereka memiliki kekuasaan untuk menindas kaum muslimin, niscaya akan mereka lakukan.Apalagi sekian banyak perangai buruk dan jahat ada pada kaum terlaknat ini.Sehingga tidak ada keraguan bagi kita untuk kita memerangi mereka dengan lisan kita berupa menjelaskan karakteristik buruk dan jahat mereka yang bersumber dari Al Qur’an dan Sunnah Rasul dengan bimbingan para ulama terpercaya agar kaum muslimin senantiasa waspada terhadap makar jahat mereka.Kemudian jika kita memiliki kekuatan senjata yang memadai di bawah bimbingan para ulama terpercaya dan para penguasa negara muslimin, maka kita pun memerangi orang-orang Yahudi hingga mereka terusir dari bumi Palestina.

2) Negara-negara kaum muslimin termasuk negeri kita telah berupaya semaksimal mungkin untuk menyelesaikan konflik ini melalui jalur diplomatik.Kecaman negara-negara tersebut terhadap keputusan Presiden Amerika Serikat di atas merupakan satu diantara sekian banyak pembelaan negara-negara muslimin terhadap umat Islam Palestina.Selain perjuangan melalui jalur diplomatik, negara-negara muslimin tersebut telah memberikan bantuan kemanusiaan sangat besar kepada rakyat Palestina.Itulah yang dapat mereka lakukan menghadapi kekuatan diplomasi dan militer negara-negara kafir yang tentu saja memiliki ikatan religi dengan kaum Yahudi.

3) Janganlah mudah terbawa dengan opini media massa tentang posisi negara Saudi Arabia terkait konflik Palestina ! Beberapa media massa merilis berita negatif tentang Saudi Arabia dalam konflik Palestina.Ini tentu bukan berita baru dan bukan hanya terkait konflik Palestina.Tidak cukup sajian kali ini untuk menyebutkan satu persatu andil sangat postif yang telah dan sedang diwujudkan negara satu ini.Berikut ini sebagian kecilnya yang kami nukil dari situs serambiharamain.com dengan cuplikan seperlunya :

a) Kerajaan memiliki peran penting dan menonjol dalam dukungan politiknya yang terus berlanjut untuk mendukung perjuangan Palestina dan untuk memperkuat keteguhan rakyat Palestina dan mewujudkan aspirasi mereka untuk membangun negara merdeka mereka. Oleh karena itu, kami mengadopsi semua resolusi yang dikeluarkan oleh organisasi dan badan internasional yang terkait dengan penyebab Palestina dan berpartisipasi dalam beberapa konferensi dan pertemuan terkait dengan resolusi masalah Palestina, dimulai dengan Konferensi Madrid dan diakhiri dengan Road Map dan Inisiatif Perdamaian Arab yang diajukan oleh Raja Abdullah bin Abdulaziz.KTT Arab di KTT Beirut pada bulan Maret 2002 untuk menyelesaikan konflik Arab-Israel, yang memberikan keamanan dan stabilitas bagi semua orang di wilayah ini dan memberikan solusi yang langgeng, adil dan menyeluruh terhadap konflik Arab-Israel. Kerajaan mengerahkan usaha intensif dan kontak intensif dengan negara-negara Barat dan Amerika Serikat untuk menekan Israel agar mematuhi resolusi legitimasi internasional yang relevan, yang menetapkan penarikan penuh dari semua wilayah Arab yang diduduki sejak 1967. Dan permintaan yang tetap untuk masyarakat internasional dengan segera campur tangan agar menghentikan agresi Israel dan tidak mengulangi agresi terhadap rakyat Palestina.Kerajaan juga mengecam pembangunan tembok pemisah Israel, yang mencakup tanah Palestina yang luas, dan mengajukan sebuah catatan protes ke Pengadilan Internasional di Den Haag yang mengecam pembangunan tembok apartheid Israel.Keputusan Mahkamah tersebut tertuang dalam keputusan No. 28/2004 tertanggal 9 Juli, kemudian meminta Israel untuk menghapusnya. Resolusi Majelis Umum dalam hal ini mengungkapkan solidaritas masyarakat internasional mengenai masalah ini dan menuntut agar Israel berhenti dan meninggalkan tembok dan itu bertentangan dengan hukum internasional.
b) Kerajaan telah memberikan dukungan material dan moral kepada Otoritas Palestina dan rakyat Palestina sejak berdirinya negara Palestina dalam rangka dukungan murah hati Kerajaan Arab dan negara-negara Islam. Dalam hal ini, Kerajaan tersebut memberikan sumbangan dermawan di KTT Arab di Khartoum pada tahun 1967. Kerajaan tersebut juga berkomitmen pada Konferensi Tingkat Tinggi Baghdad pada tahun 1978 untuk memberikan dukungan keuangan tahunan kepada orang-orang Palestina dengan kapasitas 1.097.300.000 (Satu Miliar Sembilan Puluh Tujuh Puluh Tujuh Juta Tiga Ratus Ribu Dolar), selama Sepuluh tahun mulai dari tahun 1979 sampai dengan 1989. Kemudian pada pertemuan puncak darurat Aljazair (1987), Kerajaan memutuskan untuk mengalokasikan dukungan bulanan kepada Intifadah Palestina sebesar US $ 6.000.000 (Enam Juta Dolar Amerika). Dalam Intifadah pertama (1987), Kerajaan tersebut menyumbangkan sumbangan uang tunai kepada Dana Intifadah Palestina US $ 1.433 (Seribu Empat Ratus Tiga Puluh Tiga Ribu Dolar Amerika).Kerajaan tersebut telah berjanji untuk mendanai program pembangunan melalui Saudi Fund for Development sebesar US $ 300.000.000 (Tiga Ratus Juta Dolar Amerika) yang berkaitan dengan sektor kesehatan, pendidikan dan perumahan yang diumumkan pada konferensi negara-negara donor selama tahun 1994, 1995, 1997 dan 1999.Di sisi lain, kerajaan tersebut memenuhi semua kontribusi yang dinilainya sesuai dengan KTT Beirut pada Maret 2002 untuk mendukung anggaran Otorita Palestina, dan KTT Sharm el-Sheikh pada Maret 2003, menegaskan kembali komitmen Arab untuk mendukung hal ini. Ia mentransfer komitmen dan kapasitas penuh sebesar US$ 184.800.000 (Seratus Delapan Puluh Empat Juta Delapan Ratus Ribu Dolar Amerika). Untuk periode dari 1 April 2003 sampai dengan 30 Maret 2004. Ini juga memenuhi kewajibannya di bawah Konferensi Tingkat Tinggi Tunis pada Mei 2004. Meliputi dukungan finansial untuk anggaran Otoritas Palestina untuk enam bulan mulai 1 April 2004 sampai dengan akhir September 2004, yang mentransfer jumlah penuh dan kapasitas US $ 46.200.000 (Empat Puluh Enam Juta Dua Ratus Ribu Dolar Amereika).Dukungan Arab Saudi untuk Otoritas Palestina adalah kontribusi terbesar para donor Arab terhadap kekuasaan.Pada pertemuan puncak Arab di Kairo pada tahun 2000, Kerajaan Inggris memprakarsai pembentukan dua dana atas nama Al Aqsa Fund dan Al Quds Fund dengan modal satu miliar dolar dan menyumbangkan US $ 200.000.000 (Dua RAtus Juta Dolar Amerika) kepada Al-Aqsa Fund, yang memiliki modal sebesar US $ 800.000.000 (Delapan Ratus Juta Dolar Amerika). Sedangkan US $ 50.000.000 (Lima Puluh Juta Dolar Amerika) untuk dana “Yerusalem Intifadah”, yang memiliki modal sebesar US $ 200.000.000 (Dua Ratus Juta Dolar Amerika).Pemerintah Kerajaan telah memperhatikan masalah pengungsi Palestina, memberikan bantuan kemanusiaan kepada pengungsi Palestina secara langsung atau melalui badan-badan internasional dan organisasi yang menangani pengungsi seperti UNRWA, UNESCO, Dana Arab untuk Pembangunan Ekonomi dan Sosial, Bank Dunia dan Bank Islam. Kerajaan secara teratur membayar bagian yang dinilai dari Badan Bantuan dan Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), yang merupakan kontribusi tahunannya sebesar US $ 1.200.000 ( Satu Juta Dua Ratus Ribu Dolar Amerika ) dan US $ 200.000 (Dua Ratus Ribu Dolar Amerika ) untuk anggaran Badan tersebut, dan telah memberikan kontribusi luar biasa sekitar US $ 60.400.000 ( Enam Puluh Juta Empat Ratus Ribu Dolar Amerika), untuk menutupi defisit anggaran dan melaksanakan programnya untuk rakyat Palestina.
c) Kerajaan telah mengeluarkan banyak pernyataan yang mencela tindakan agresif Israel terhadap orang-orang Palestina dan tempat-tempat suci mereka. Misalnya, Kerajaan mengutuk keputusan Pemerintah Israel untuk mencaplok kota Yerusalem sebagai ibukota abadi. Dimana bisa bekerjasama dengan negara-negara Arab dan Islam dan negara-negara sahabat untuk mengeluarkan resolusi Dewan Keamanan No. 478 pada tahun 1980, menuntut semua negara yang telah membentuk misi diplomatik di Yerusalem untuk segera mencabut, dan pembatalan semua tindakan oleh Pemerintah entitas Zionis untuk Yudanisasi Yerusalem, sebuah kemenangan untuk diplomasi Islam dan frustasi rencana Zionis menuju kota Yerusalem.
4) Wajib bagi setiap rakyat Palestina untuk kembali kepada Al Qur’an dan Sunnah Rasul sesuai apa yang telah dijalani as-Salaf ash-Shalih dalam ilmu, amal dan dakwah.Tidak ada jalan untuk meraih kemenangan kecuali dengan itu.Membersihkan aqidah, ibadah, akhlak dan manhaj pemahaman dari segala penyimpangan.Menanamkan aqidah, ibadah, akhlak dan manhaj pemahaman yang sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah Rasul sesuai apa yang dijalani as-Salaf ash-Shalih.Tidak akan baik urusan umat Islam di zaman ini kecuali dengan apa yang membuat baik umat Islam di zaman dahulu.Rakyat Palestina tidak akan berhasil menundukkan orang-orang Yahudi sampai mereka mengikuti cara Rasul dan para sahabat berhasil gemilang menundukkan pendahulu Yahudi di masa itu.Perjuangan melalui kelompok-kelompok partai hizbiyah yang sarat dengan penyimpangan sama sekali tidak akan meraih kemenangan dan kejayaan bagi rakyat Palestina.Justru keterpurukan yang akan mereka tuai.Unjuk rasa dan demonstrasi adalah salah satu bentuk penyimpangan, baik yang dilakukan di Palestina maupun di luar Palestina.Tindakan yang sangat bertentangan dengan nilai luhur ajaran Rasul inilah yang justru sering dijadikan satu bentuk perjuangan oleh sebagian umat Islam manakala menghadapi suatu kezaliman.Padahal, kezaliman tidak akan bisa dihentikan dengan penyimpangan.Hendaknya setiap rakyat Palestina memulai dari apa yang dimulai dengannya Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam manakala kaum muslimin tertindas di kota Makkah, yaitu : Membersihkan tauhid dari kesyirikan dan dakwah kepada peribadatan yang benar.Jika mereka tidak mampu menampakkan keislaman dan terus tertindas maka hendaknya mereka berhijrah ke daerah yang aman untuk menampakkan syiar Islam, sebagaimana Nabi dan para sahabat Muhajirin hijrah dari tanah suci Makkah yang jauh lebih mulia daripada Palestina ke Madinah.Hingga ketika telah kokoh senjata iman dan perlengkapan jihad fi sabilillah, maka di saat itulah mereka akan menjemput kemenangan atas kaum terlaknat Yahudi, sebagaimana Nabi dan para sahabat menaklukkan benteng-benteng Yahudi dan juga kota Makkah (Fathu Makkah) yang sebelumnya di bawah kekuasaan kaum musyrikin.Semestinya sejarah gemilang para as-Salaf ash-Shalih menjadi tolok ukur perjuangan rakyat Palestina jika mereka benar-benar ingin segera meraih kemenangan dan kejayaan.Ini pula yang menjadi tolok ukur perjuangan seluruh kaum muslimin dimana dan kapan pun mereka berada.Allah dan Rasul-Nya telah menyebutkan sebab-sebab kaum muslimin dapat meraih kemuliaan dan kejayaan.Hanya saja sayangnya kebanyakan mereka tidak mengetahui dan berpaling.Semoga Allah membuka kalbu kita untuk menerima kebenara dan menjalankannya, memberikan pertolongan kepada kaum muslimin yang tertindas di Palestina dan di negeri lainnya, memberikan kekokohan kepada seluruh penguasa negeri-negeri muslimin dan segera menghancurkan musuh-musuh Islam dan muslimin.
Wallahu a’lamu bish-Shawab