Ketika Datang Kenikmatan & Musibah

Ketika Datang Kenikmatan & Musibah


Tidak sedikit manusia ketika diberi kenikmatan justru terbuai dan terus bermaksiat kepada Allah. Timbullah sifat merasa aman dari azab Allah. Allah menegur manusia yang demikian keadaannya melalui firman-Nya (artinya) : “Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari datangnya siksaan Kami (Allah) kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur ?! Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari datangnya siksaan Kami kepada mereka di waktu dhuha ketika mereka sedang bermain ?! Apakah mereka merasa aman dari azab Allah yang tidak terduga ?! Tidaklah merasa aman dari azab Allah yang tidak terduga melainkan orang-orang yang merugi”. (Surah Al-A’raf : 97-99)

Ambillah Sebagai Pelajaran, Wahai Saudaraku !

Ambillah Sebagai Pelajaran, Wahai Saudaraku !


Setelah Lombok NTB, berikutnya giliran Palu dan sekitarnya di Sulteng diguncang gempa bumi bahkan disusul gelombang tsunami yang dahsyat. Negeri yang mayoritas beragama Islam ini beruntun diterpa musibah besar hingga menyisakan duka dan nestapa.
Saudaraku, tulisan yang sangat sederhana ini sengaja kami torehkan karena jiwa terpanggil untuk mengingatkan diri ini dan saudaraku bahwa ada pelajaran di balik musibah ini. Pelajaran tersebut kami akan utarakan menurut tinjauan agama karena sisi ini masih terasa kurang dikedepankan kala musibah terjadi. Sebagai seorang muslim, sudah seharusnya agama dengan bimbingan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi menurut pemahaman Salaf (generasi terbaik umat Islam) menjadi tinjauan utama dalam menilai suatu perkara, baik ucapan, perbuatan maupun peristiwa.

Tafsir Surat Asy-Syams

Tafsir Surat Asy-Syams

Setelah mempelajari Tafsir Surat Al-Lail yang dimuat pada edisi ke-19, selanjutnya kita akan mempelajari Tafsir Surat Asy-Syams pada edisi ke-33 ini.
Ayat pertama (artinya) : “Demi matahari dan cahayanya di pagi hari”.
Allah bersumpah dengan matahari beserta cahayanya karena pada keduanya terdapat manfaat semisal : pencahayaan bagi manusia hingga mereka di masa sekarang tidak banyak butuh terhadap cahaya listrik yang dapat memakan biaya sangat besar, sebab matangnya buah-buahan, pertumbuhan tanaman-tanaman dan manfaat lain yang tidak mengetahui jumlahnya kecuali Allah. Ini menunjukkan kekuasaan, ilmu dan rahmat Allah kepada hamba-hambaNya.

Harapan Menggapai Kebahagiaan Di Akhirat

HARAPAN MENGGAPAI KEBAHAGIAAN DI AKHIRAT
Para pembaca rahimakumullah, telah berlalu bulan Ramadhan dengan begitu cepat, dan ini merupakan sunnatullah (ketetapan Allah Ta’ala) pada makhluk-Nya. Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam memberitakan bahwa cepatnya waktu berjalan termasuk diantara tanda-tanda hari kiamat, sebagaimana beliau Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda (artinya) : “Tidak akan tegak hari kiamat sampai zaman ini berdekatan (waktu berjalan dengan cepat), sehingga satu tahun seperti satu bulan, satu bulan seperti satu Jum’at (pekan), satu Jum’at seperti satu hari, satu hari seperti satu jam dan satu jam seperti terbakarnya pelepah pohon kurma”. (H.R. Ahmad dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dan dihasankan oleh asy-Syaikh Muqbil).