Wajibnya Masuk Agama Islam

kaligrafi-bismillahirrahmanirrahim-i3

WAJIBNYA MASUK AGAMA ISLAM

            Suatu keyakinan (aqidah) yang pasti dan tidak boleh sedikit pun ada rasa bimbang padanya, bahwa agama Islam adalah satu-satunya agama yang benar dan yang selainya adalah agama yang salah (batil).

Para pembaca rahimakumullah, seorang muslim hendaknya mengetahui dan menyadari betapa besar kemuliaan Islam ini, yaitu agama yang dibawa oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam.Bahkan Islam (secara umum) merupakan agama seluruh para Nabi.Tidaklah datang seorang Nabi pun yang membawa agama selain Islam.Para pengikut Nabi Nuh ‘alaihi as-Sallam adalah muslimin di zaman nya.Demikian pula para pengikut Nabi Ibrahim ‘alaihi as-Salam adalah muslimin di zamannya.Demikian pula Nabi Musa ‘alaihi as-Salam dan Nabi Isa ‘alaihi as-Salam semuanya berada di atas agama Islam.Walaupun syariat mereka berbeda-beda, akan tetapi pondasi agama mereka satu, yaitu Islam.Allah berfirman (artinya) : “Dan bagi tiap-tiap umat dari kalian, Kami (Allah) berikan syariat (aturan) dan jalan yang terang”. (QS.Al Maidah : 48).
Maknanya : Allah Ta’ala menjadikan bagi setiap Nabi syariat (aturan) dan jalan yang terang, akan tetapi pondasi agama mereka satu, yaitu Islam.Seorang muslim hendaknya mengetahui dan menyadari tentang betapa besar kemuliaan dan keagungan Islam.Dengan demikian akan menumbuhkan dan menambah keyakinan tentang agama Islam yang dia anut, sekaligus tentunya akan memberikan semangat untuk tetap menjaga keislaman yang ada di dalam hatinya sampai ajal menjemputnya dengan izin Allah.

Para pembaca rahimakumullah, pada kesempatan ini akan kami uraikan beberapa keutamaan Islam, baik keutamaan Islam itu sendiri, keutamaan Islam bagi para pemeluknya maupun keutamaan Islam bagi suatu umat.

Keutamaan Islam

1)    Islam adalah agama yang sempurna.

Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala (artinya) : “Pada hari ini telah Aku (Allah) sempurnakan bagi kalian agama kalian”. (QS.Al-Maidah : 3) Maksud “agama kalian” adalah Islam.Agama ini, baik aqidah, syariat maupun sumber hukumnya (Al-Qur’an dan as-Sunnah) telah Allah sempurnakan.Allah Ta’ala telah menyempurnakan agama ini bagi kita sehingga tidak butuh tambahan dan pengurangan.Ini tentu  menunjukkan keutamaan agama Islam.Adapun agama-agama selain Islam tidaklah sempurna. Manusia memiliki banyak kebutuhan, namun mereka tidak mendapati kecukupan pada agama-agama tersebut.

 

2)    Islam merupakan nikmat Allah Ta’ala yang paling besar.

Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala (artinya) : “…dan telah Aku cukupkan atas kalian nikmat-Ku”. (QS.Al-Maidah : 3).Nikmat Allah itu ada 2 macam, yaitu : Nikmat yang berkaitan dengan agama dan nikmat yang berkaitan dengan dunia.Ditinjau dari sisi agama, Islam dengan sumber hukumnya berupa  Al Qur’an dan As-Sunnah memberikan penjelasan terhadap perkara-perkara yang dibutuhkan oleh manusia, sehingga mereka tidak menyimpang dari jalan yang benar.Adapun jika ditinjau dari sisi dunia, Islam merupakan nikmat bagi para pemeluknya, karena Allah Ta’ala telah menjanjikan bagi orang-orang yang berpegang teguh dengan Islam berupa kehidupan yang baik.Allah Ta’ala berfirman (artinya) : “Barangsiapa yang mengerjakan amalan shalih, baik dari kalangan laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sungguh Kami pasti akan berikan kepadanya kehidupan yang baik”. (QS. An Nahl : 97).

 

3)    Islam adalah agama yang diridhai oleh Allah Ta’ala.

Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala (artinya) : “… dan Aku ridhai Islam sebagai agama kalian.” (QS.Al Maidah : 3).Jika Allah meridhai Islam sebagai agama bagi hamba-Nya, maka maknanya Allah Ta’ala ridha terhadap orang-orang yang memeluk agama ini serta ridha terhadap orang-orang yang beristiqamah di atasnya.Jika demikian keadaaannya, maka pemeluk agama ini adalah orang-orang yang diridhai dan mereka adalah orang-orang yang mendapakan taufik dari Allah Ta’ala.Ini juga  menunjukkan kecintaan Allah Ta’ala terhadap agama Islam, sekaligus suatu keutamaan bagi agama ini.Adapun agama-agama selain Islam baik agama Yahudi, Nasrani, Hindu, Budha atau agama yang lainnya selain Islam, maka semuanya itu tidak diridhai oleh Allah Ta’ala.Demikian juga tentunya para pemeluknya adalah orang-orang yang tidak diridhai oleh Allah Ta’ala.

 

4)    Islam adalah satu-satunya agama yang diterima di sisi Allah Ta’ala.

Hal ini sebagaimana  firman Allah Ta’ala (artinya) : “Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima (agama tersebut) darinya, dan dia di akhirat termasuk dari orang-orang yang merugi”. (QS.Ali Imran : 85).Pada ayat ini Allah mengabarkan bahwa tidak ada agama yang benar kecuali Islam dan tidak ada agama yang diterima di sisi Allah Ta’ala selain Islam. Maka barangsiapa yang beragama selain Islam, maka dia tidaklah beragama kepada Allah dengan sebenarnya, karena dia tidak menempuh jalan yang Allah Ta’ala syariatkan melalui lisan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi Wasallam, yaitu Islam dan dia pun termasuk orang yang merugi.Seseorang yang menjadikan Yahudi, Nasrani, Hindu, Budha atau agama yang lain selain Islam yang dengan itu dia mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, maka semua itu adalah batil (salah) dan dia di akhirat akan termasuk orang yang merugi.Para pembaca rahimakumullah, demikian juga masuk di dalam ayat di atas adalah orang-orang yang beragama Islam dan dia mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala dengan itu, akan tetapi tidak mengikuti Islam sebagaimana Islam yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam.Dia terjatuh ke dalam kebid’ahan-kebid’ahan dan berbagai penyimpangan dari petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam.Maka tidak diterima amalannya dan dia di akhirat kelak termasuk orang yang merugi.Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam, beliau bersabda (artinya) : “Barangsiapa beramal dengan suatu amalan yang tidak ada perintahnya (perkaranya) dari kami, maka amalan tersebut tertolak”.(HR.Muslim).
Juga di dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda (artinya) : “Seluruh umatku akan masuk surga kecuali orang-orang yang enggan”.Para sahabat bertanya : “Siapa mereka yang enggan, wahai Rasulullah ?” Maka Rasul menjawab : “Orang-orang yang taat kepadaku akan masuk surga dan barangsiapa yang bermaksiat (ingkar) tidak mau mengikuti aku, maka dia akan masuk neraka”.(HR.al-Bukhari)
Bukankah ini merupakan kerugian yang sangat besar, yaitu tertolaknya amalan dan juga masuk neraka ?! Sungguh ini merupakan kerugian yang sangat besar ! Di dalam QS. Ali Imran : 85 di atas terdapat syarat dan balasan.Jika seseorang mencari agama selain Islam, maka tidak akan diterima amalannya, bagaimanapun keadaan dia ketika beribadah, apakah dia beribadah dalam keadaan khusyu’ atau bahkan menangis.Hal itu dikarenakan dia beribadah tidak di atas Islam atau tidak di atas jalan / cara yang ditempuh oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam.Maka ibadahnya tidak akan diterima. Allah Ta’ala menyebutkan suatu kelompok yang mereka beramal dan beribadah akan tetapi ternyata mereka dimasukkan ke neraka.Allah Ta’ala berfirman (artinya)  : “Mereka bekerja keras (beramal) hingga kepayahan.(Mereka) memasuki api yang sangat panas, dan diberi minum (dengan air) dari sumber yang panas”. (QS. Al Ghasyiyah : 3-5).Mereka ini adalah orang-orang yang beramal hingga letih bahkan terkadang mereka menangis kaerna takut kepada Allah Ta’ala.Terkadang mereka adalah orang-orang yang yang bersih dari noda-noda kemaksiatan.Akan tetapi mereka memasuki api yang panas.Yang demikian itu dikarenakan perkaranya bukanlah sekedar beramal dan beribadah.Akan tetapi perkaranya adalah apakah amalan tersebut mencocoki apa yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan ataukah tidak.Pada ayat yang lain, Allah Ta’ala berfirman (artinya) : “Sesungguhnya agama yang diterima di sisi Allah hanyalah agama Islam”. (QS.Ali Imran : 19).Ayat ini sangat jelas dan gamblang bahwa satu-satunya agama yang diterima di sisi Allah Ta’ala adalah Islam.Adapun agama yang selainnya, maka Allah Ta’ala tidak akan menerimanya dan bukan merupakan agama yang diterima di sisi-Nya, walaupun dianggap sebagai sebuah agama yang diakui oleh manusia.

 

5)    Umat Islam adalah Umat terbaik.

Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala (artinya) : “Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia”.(QS.Ali Imran : 110).Ibnu Katsir rahimahullah di dalam tafsirnya menukil ucapan Rabi’ bin Anas rahimahullah, beliau berkata : “Kalian adalah sebaik-baik manusia yang dikeluarkan untuk manusia”.Maknanya : Bahwasanya kalian adalah umat terbaik dan manusia yang paling bermanfaat bagi yang lainnya.
Di dalam sebuah hadits shahih dari Mu’awiyah bin Haidah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda (artinya) : “Kalian ini menyempurnakan (melengkapi) 70 umat, kalian adalah umat yang paling baik dan paling mulia dihadapan Allah Ta’ala”.(HR.Ahmad dan selainnya).Ayat dan hadits di atas menunjukkan keutamaan bagi umat ini atas umat – umat lain.
Masih banyak lagi keutamaan dan kelebihan umat ini (umat Islam) atau keutamaan agama Islam itu sendiri dibandingkan agama atau umat yang lain.

 

Wajibnya Masuk Islam

 

Para pembaca rahimakumullah, merupakan suatu kewajiban bagi seorang hamba untuk masuk agama Islam secara keseluruhan.Allah Ta’ala berfirman (artinya) : “Wahai orang – orang yang beriman, masuklah agama Islam secara keseluruhan”.(QS.Al Baqarah : 208).Kewajiban masuk agama Islam bukan merupakan suatu pilihan yang artinya seseorang boleh memilih diantara berbagai macam agama yang ada.Bahkan ini merupakan suatu kewajiban bagi setiap orang, terlebih lagi agama Islam memiliki berbagai keutamaan, sebagaimana yang telah disebutkan di atas.Sehingga tidak ada pilihan bagi seorang pun yang dia ingin mencari suatu agama selain Islam.Tidak boleh baginya menjadikan agama Yahudi, Nasrani, Hindu maupun Budha sebagai agama baginya.

Setelah diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam tidak boleh bagi seorang pun untuk mengikuti dan menjadikan suatu agama baginya selain agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam, baik sisi aqidah maupun syariat.

Ada sebuah kisah yang perlu kita cermati.Diriwayatkan oleh al-Imam an-Nasai dan selain beliau, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam pernah melihat Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu membawa lembaran kertas Taurat.Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam menegur : “Apakah engkau ragu, wahai Ibnu al-Khaththab ? Sungguh aku telah datang kepada kalian dengan syariat (Islam) yang putih bersih (tidak ada kerancuan dan penyimpangan padanya).Kalaulah Musa ‘alaihi as-Salam masih hidup dan kalian mengikutinya lalu meninggalkan aku, maka niscaya kalian akan tersesat”.Di dalam riwayat lain (artinya) : “Kalaulah Musa ‘alaihi as-Salam hidup, maka tidak akan ada pilihan baginya kecuali ia akan mengikuti aku”. Maka Umar radhiyallahu ‘anhu berkata : “Aku ridha Allah sebagai Rabbku, Islam sebagai agamaku dan Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam sebagai nabiku”.

Para pembaca rahimakumullah, kita lihat dari hadits di atas bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam mengatakan : “Kalaulah Musa ‘alaihi as-Salam masih hidup dan kalian mengikutinya lalu meninggalkan aku, maka niscaya kalian akan tersesat”. Kenapa demikian ? Karena memang risalah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam adalah penutup risalah, kenabian beliau adalah penutup kenabian yang tidak ada Nabi setelah beliau dan kitab yang beliau bawa, yaitu Al-Qur’an adalah penutup kitab-kitab terdahulu, hakim sekaligus penghapus kitab-kitab yang terdahulu.Maka tidak boleh mengikuti seorang pun (secara mutlak) selain Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam.Sekalipun ada seorang Nabi pada waktu diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam, niscaya Nabi tersebut akan mengikuti Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam.

Nabi Isa ‘alaihi as-Salam yang Allah angkat ke langit dan pasti akan diturunkan di akhir zaman, beliau pun akan berhukum dengan Al Qur’an dan akan memerintahkan manusia untuk mengikuti Nabi Muhammad  Shallallahu ‘alaihi Wasallam.Nabi Isa ‘alaihi as-Salam setelah turun dari langit, akan menjadi pengikut Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam.

Oleh karena itu, wajib bagi setiap hamba untuk masuk Islam sesuai Islam yang dibawa oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam, baik sisi aqidah maupun syariatnya.Tidak boleh bagi seorang pun untuk mencari agama selain Islam.

Islam Liberal / Islam Nusantara

Suatu hal yang penting untuk diperhatikan dan diwaspadai adalah adanya usaha-usaha yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dari kalangan liberalis atau sekarang berganti baju dengan Islam Nusantara.Suatu usaha untuk menggerogoti dan menghancurkan aqidah yang merupakan pondasi dasar kaum muslimin, seperti seruan bahwa semua agama itu sama karena mengajak untuk menyembah tuhan, semua agama datang dari Allah Ta’ala dan memiliki tujuan yang sama,  semuanya akan masuk ke surga dan ungkapan-ungkapan lain yang semuanya itu adalah ungkapan yang salah (bathil) serta merupakan bentuk pendustaan kepada Allah Ta’ala dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam.Sekali lagi, ini merupakan bentuk usaha untuk merongrong dan merusak aqidah kaum muslimin sehingga perlu kita waspadai.Kita wajib  berhati-hati dari berbagai hal aneh yang muncul akhir-akhir ini dari orang-orang liberalis atau dengan baju baru mereka, yaitu Islam Nusantara atau oleh musuh-musuh Islam yang lainnya.

Penutup

            Suatu hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi untuk kita masuk Islam dan ini merupakan kewajiban bagi setiap hamba.Terlebih lagi dengan keutamaan yang ada pada Islam itu sendiri dan pada pemeluknya.Suatu keyakinan yang tidak boleh sedikit pun ada keraguan dan rasa bimbang padanya, bahwa Islam adalah satu-satumya agama yang benar dan yang lain adalah agama yang batil (salah) dan Islam adalah satu-satunya agama yang diterima sekaligus diridhai oleh Allah Ta’ala.

Wallahu a’lamu wa billahi at-taufiq