Yang Istimewa Dari Perjalanan Ke Tanah Suci

kaligrafi-bismillahirrahmanirrahim-i3

Yang Istimewa Dari Perjalanan Ke Tanah Suci

       Saat ini sebagian saudara kita tengah melakukan perjalanan ibadah yang sangat istimewa dalam hidupnya, yaitu perjalanan haji & umrah. Bisa dikatakan setiap muslim berkeinginan menjadi tamu Allah, baik dalam bentuk haji maupun umrah.Bahkan sekali pernah mengunjungi Baitullah Ka’bah, ingin rasanya kembali ke sana. Sungguh terkabul doa Bapak Pendiri Ka’bah, Ibrahim ‘alaihi as-Salam, yang difirmankan Allah (artinya) : “Ya Rabb kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak memiliki tanaman di dekat rumah-Mu yang terhormat. Ya Rabb kami, (yang demikian ini) agar mereka menegakkan shalat. Maka jadikanlah kalbu (hati) manusia cenderung kepada mereka dan berilah rizki kepada mereka berupa buah-buahan agar mereka bersyukur”.(Ibrahim : 37)

            Kesempatan seseorang dapat mengunjungi rumah Allah yang paling suci di muka bumi ini merupakan anugerah yang patut disyukuri. Namun anugerah ini akan benar-benar bernilai istimewa tatkala dibekali dengan bimbingan manusia yang terbaik haji dan umrahnya, yaitu bimbingan Nabi Besar Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam. Bimbingan dalam bentuk ikhlas (hanya mengharap keutamaan dari Allah) dan ‘ittiba’ (sesuai tuntunan Nabi), jauh dari kebid’ahan atau penyimpangan.

            Semoga Allah menerima ibadah haji & umrah saudara-saudara kita sekaligus memberi kemudahan kepada kita untuk dapat meniti langkah ke tanah suci di kesempatan yang akan datang.  Aamiin…

Keutamaan Haji & Umrah dan Beberapa Amalan Yang Ada Padanya

            Ada sebagian keutamaan yang dapat kami sebutkan disini, yaitu :  

1)    Haji & Umrah adalah jihadnya orang-orang yang lanjut usia, anak kecil, orang yang lemah dan wanita.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda (artinya) : “Jihadnya orang yang lanjut usia, anak kecil, orang yang lemah dan wanita adalah haji dan umrah”.(HR.an-Nasa’i  yang dihasankan asy-Syaikh al-Albani dan dishahihkan asy-Syaikh Muqbil)

2)    Orang yang berhaji & berumrah adalah tamu Allah. Apabila ia meminta kepada Allah, maka Dia Ta’ala akan memberinya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda (artinya) : “Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji atau orang yang berumrah adalah tamu Allah. Allah memanggil mereka, maka mereka pun menyambutnya. Apabila mereka meminta kepada Allah, maka Dia memberinya”.  (HR.Ibnu Majah dan dihasankan asy-Syaikh al-Albani)

Saat berhaji atau berumrah adalah kesempatan emas bagi sebagian saudara kita untuk memperbanyak doa kebaikan. Semoga doa kebaikan mereka dikabulkan oleh Allah Ta’ala.

 

3)    Barangsiapa yang bertalbiyah, maka setiap yang berada di sebelah kanan dan kirinya akan menjadi saksi kebaikan bagi dirinya pada hari kiamat.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda (artinya) : “Tidaklah seorang muslim yang bertalbiyah, kecuali setiap yang berada di sebelah kanan atau kirinya akan bertalbiyah, baik dari kalangan bebatuan, pepohonan atau tanah liat hingga ujung bumi ini dan itu”. (HR. At-Tirmidzi yang dishahihkan asy-Syaikh al-Albani dan asy-Syaikh Muqbil)

4)    Barangsiapa mengusap Hajar Aswad dan Rukun Yamani, maka diampuni dosanya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda (artinya) : “Sesungguhnya mengusap keduanya adalah penghapus dosa”. (HR.at-Tirmidzi dan dishahihkan asy-Syaikh al-Albani)

Kelak di hari kiamat, Hajar Aswad akan menjadi saksi bagi setiap orang yang pernah mengusapnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam yang merupakan manusia paling jujur pernah bersabda (artinya) : “Demi Allah ! Sungguh Allah benar-benar akan membangkitkan Hajar Aswad pada hari kiamat dalam keadaan memiliki 2 mata yang dapat melihat dan lisan yang dapat berbicara. Dia akan menjadi saksi dengan benar bagi setiap orang yang pernah mengusapnya”. (HR. At-Tirmidzi yang dishahihkan asy-Syaikh al-Albani dan asy-Syaikh Muqbil)

5)    Barangsiapa yang thawaf sebanyak 7 kali dan menghitungnya, maka ia seperti membebaskan budak.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda (artinya) : “Barangsiapa thawaf mengelilingi rumah ini (Ka’bah) sebanyak 7 kali dan menghitungnya, maka ia seperti membebaskan budak”. (HR.at-Tirmidzi dan dishahihkan asy-Syaikh al-Albani)

Dalam riwayat Ibnu Majah (artinya) : “Barangsiapa thawaf di Ka’bah lalu shalat 2 rakaat, maka ia seperti membebaskan budak”. (Dishahihkan asy-Syaikh al-Albani)

6)    Setiap langkah kaki ketika thawaf mendapatkan keutamaan yang besar.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda (artinya) : “Tidaklah seseorang meletakkan kakinya dan mengangkat kaki lainnya, kecuali Allah hapus dosanya dan catat baginya kebaikan”. (HR. At-Tirmidzi dan dishahihkan asy-Syaikh al-Albani)

7)    Pahala haji atau umrah akan terus mengalir hingga hari kiamat bagi seseorang yang meninggal dunia ketika berhaji atau berumrah.

Nabi kita pernah bersabda (artinya) : “Barangsiapa yang keluar berhaji lalu meninggal dunia, maka Allah catat baginya pahala orang berhaji hingga hari kiamat.Barangsiapa yang keluar berumrah lalu meninggal dunia, maka Allah catat baginya pahala orang berumrah hingga hari kiamat. Barangsiapa keluar berperang di jalan Allah lalu meninggal dunia, maka Allah catat baginya pahala orang berjihad hingga hari kiamat”. (Ash-Shahihah 2003)

Dalam kesempatan kali ini, semoga pahala yang sangat luar biasa ini diraih oleh saudara-saudara kita yang meninggal dunia pada musibah hari Jum’at yang lalu (27 Dzulqa’dah 1436 H / 11 September 2015) di Masjidil Haram. Bahkan ada beberapa tanda husnul khatimah pada peristiwa tersebut, yaitu : mereka meninggal dunia di hari Jum’at, meninggal dunia tertimpa reruntuhan bangunan dan meninggal dunia ketika sedang beramal shalih.

 

Faidah

            Sebagai tambahan faidah (meski agak keluar dari bahasan inti), ada beberapa catatan yang sangat penting diketahui oleh segenap kaum muslimin, diantaranya :

a)    Peristiwa di atas adalah murni musibah yang Allah tunjukkan kepada hamba-hambaNya, bahwa Dialah Dzat Yang Maha Kuasa atas segala-galanya.

b)    Musibah kematian dalam jumlah banyak yang menimpa jamaah haji telah terjadi berulangkali sebelum peristiwa di atas. Artinya bukan semata-mata keberadaan proyek pembangunan Masjidil Haram.Bahkan selama proyek pembangunan berjalan seiring keberadaan Masjidil Haram yang setiap harinya tidak pernah sepi dari pengunjung, baru kali itu terjadi peristiwa yang memakan banyak korban jiwa dan semoga peristiwa serupa tidak berulang lagi.

c)    Pemerintah Saudi Arabia sudah semaksimal mungkin tanpa bantuan negara lain memberikan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh jamaah haji dan umrah yang datang berduyun-duyun dari penjuru dunia ke tanah suci. Perlu diingat bahwa Pemerintah Saudi Arabia telah berpuluh-puluh tahun memberikan perhatian sangat besar dalam kelancaran ibadah haji dan umrah (di setiap saat), terkhusus di musim haji. Namun sekali lagi, sebesar apa pun upaya manusia, ia tidak akan mampu menghadapi kekuatan Allah jika Dia berkehendak lain.

d)    Pemerintah Saudi Arabia sangat serius menangani permasalahan yang timbul di tengah ibadah haji dan umrah, termasuk peristiwa di atas. Demikian pula, mereka mempelajari dengan seksama sebab dan jalan keluar permasalahan yang telah terjadi. Ini mereka lakukan seiring permasalahan yang terjadi memang di luar perhitungan manusia.

e)    Pemerintah Saudi Arabia telah memiliki komitmen sejak dahulu untuk terus memberikan perhatian dan bantuan nyata terhadap permasalahan yang dihadapi kaum muslimin di berbagai negara, apalagi di negaranya sendiri. Hanya saja media massa yang notabene ditunggangi kepentingan-kepentingan tertentu sangat jarang mempublikasikan jasa besar mereka. Media massa tersebut jauh lebih banyak menutupi atau justru memojokkan Pemerintah Saudi Arabia dengan berita-berita yang tidak proposional. Ironisnya sebagian media massa tersebut berada di negara yang berpenduduk muslim terbesar di dunia dan tidak sedikit rakyatnya mendapatkan bantuan tanpa mengikat (langsung maupun tidak langsung) dari Pemerintah Saudi Arabia. Tidak lain negara tersebut adalah negara kita, Indonesia. Semoga Allah menanamkan kesadaran kepada pemimpin dan kaum muslimin Indonesia, bahwa makar terhadap Islam dan setiap pihak yang menegakkan Islam yang murni terus dihembuskan oleh banyak media massa.

Yang Penting Diketahui Ketika Seseorang Mengunjungi Masjid Nabawi

1)    Keberangkatan seseorang menuju Masjid Nabawi hendaknya dalam rangka menunaikan shalat di dalamnya, karena 1 kali shalat di Masjid Nabawi itu lebih utama daripada 1000 kali shalat di masjid lain selain Masjidil Haram.

2)    Jangan sekali-kali seseorang berniat bertolak ke kota Madinah untuk menziarahi makam Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam. Seseorang dapat berniat menziarahi makam beliau, apabila sudah berada di Masjid Nabawi usai menunaikan shalat apa saja yang ia inginkan. Menziarahi makam itu pun jangan sampai menjadi sebuah kebiasaan setiap memasuki Masjid Nabawi. Demikan pula ziarah yang dilakukan haruslah ziarah yang memperhatikan ketentuan syariat, tidak ada unsur kebid’ahan apalagi kesyirikan.

3)    Mengunjungi (ziarah) Masjid Nabawi, apalagi makam Nabi bukanlah bagian dari rangkaian manasik haji maupun umrah. Artinya kalau seandainya seseorang tidak menziarahi Masjid Nabawi, maka hal itu sama sekali tidak mempengaruhi kesempurnaan apalagi sahnya haji atau umrahnya. Seseorang mengunjungi Masjid Nabawi ketika berhaji atau berumrah semata-mata agar perjalanannya sekalian saja, karena dirinya belum tentu bisa kembali mengunjungi Masjid Nabawi di lain waktu, mengingat tempat tinggalnya yang sangat jauh dari kota Madinah.

4)    Hendaknya seseorang membaca buku-buku karya sejumlah ulama terpercaya yang menerangkan adab syar’i mengunjungi Masjid Nabawi sekaligus menjelaskan kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan banyak orang ketika mengunjungi Masjid Nabawi.

5)    Janganlah seseorang menyangka bahwa makam Nabi itu termasuk dari bangunan masjid. Sejak awal, makam beliau itu terpisah dari area bangunan masjid. Nabi sangat melarang menjadikan makam sebagai tempat ibadah, yang konsekuensinya adalah larangan memasukkan makam ke dalam masjid atau mendirikan masjid di makam seseorang.

6)    Jangan pula seseorang menyangka bahwa perhiasan-perhiasan yang mewarnai Masjid Nabawi (demikian pula Masjidil Haram) merupakan perkara yang baik. Bahkan Nabi Shallallahu ‘alaihi Wasallam sendiri yang mendirikan Masjid Nabawi sebenarnya telah melarang menghias-hiasi masjid. Para sahabat dan ulama dari zaman dulu hingga sekarang tidak pernah meridhai hal itu, apalagi melakukannya.

7)    Orang yang pertama kali menjadikan makam Nabi masuk ke dalam bangunan Masjid Nabawi sekaligus menghias-hiasi masjid adalah khalifah al-Walid bin Abdil Malik bin Marwan. Langkah yang dilakukan khalifah ini sebenarnya tidak disetujui oleh para ulama. Namun ternyata perbuatan khalifah al-Walid ini justru digalakkan oleh para khalifah setelahnya hingga menyebar ke seluruh penjuru dunia dan ditiru oleh masjid-masjid lain.

Wallahu a’lamu bish-Shawab